ADVERTISEMENT

Senin, 27 Jun 2022 13:01 WIB

Viral Gerakan 'Sex Strike' di AS, Wanita Ancam Mogok Seks Usai Aborsi Dilarang

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Roe vs Wade: Hak aborsi di AS, mengapa terus-menerus memicu pro dan kontra? Demonstrasi di AS usai pembatalan hak aborsi. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) resmi membatalkan keputusan untuk melegalkan aborsi. Dengan putusan ini maka pelarangan dan dibolehkannya hak aborsi diserahkan ke masing-masing negara bagian.

Usai keputusan ini dijatuhkan, banyak wanita di AS melakukan demonstrasi yang menyebut akan melakukan gerakan 'sex strike', aksi mogok seks terhadap pria yang tidak menjalani vasektomi.

Brianna Campbell, Teknisi Medis Darurat berusia 24 tahun, mengatakan kepada The New York Post bahwa dia tidak akan berhubungan seks dengan pria yang tidak melakukan vasektomi.

"Jika Anda seorang pria yang tidak akan menjalani vasektomi, meskipun itu dapat dibalik, dan Anda tidak turun ke jalan untuk memperjuangkan hak-hak saya, Anda tidak pantas berhubungan seks dengan saya," kata Campbell.

Seruan untuk mogok seks nasional juga jadi momentum di media sosial dan menjadi tren di Twitter dengan lebih dari 26.900 tweet.

"Perempuan memiliki kekuatan di sini. Tidak ada lagi seks sampai hak aborsi adalah hukum federal," tulis salah satu pengguna.

Sejauh ini pelarangan aborsi akan segera ditetapkan di 13 Negara Bagian AS, sementara 26 negara bagian pada akhirnya pasti atau kemungkinan akan membuat langkah-langkah untuk melarang aborsi secara langsung.



Simak Video "Mahkamah Agung AS Batalkan Aturan Legal Aborsi, Dirjen WHO Kecewa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT