ADVERTISEMENT

Senin, 27 Jun 2022 22:15 WIB

Waduh, Korut Diduga Bakar Jenazah COVID-19 Tanpa Izin Keluarga

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
FILE - In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un, center, watches a military parade to mark the 90th anniversary of North Koreas army at the Kim Il Sung Square in Pyongyang, North Korea on April 25, 2022. Kim sent a letter congratulating Queen Elizabeth II and the British people for her 70 years on the throne, the Norths Foreign Ministry said Thursday, June 2, 2022. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads: KCNA which is the abbreviation for Korean Central News Agency. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File) Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Jakarta -

Korea Utara dilaporkan secara paksa mengkremasi jenazah warganya yang diduga meninggal akibat terinfeksi COVID-19. Meski sudah terbuka terkait penemuan kasus, tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana kondisi wabah COVID-19 di Korea Utara.

Dikutip dari Daily NK, seorang sumber yang tidak disebutkan namanya berasal dari Provinsi Pyongan Utara mengungkap, otoritas Korea Utara telah melarang keluarga korban untuk menguburkan anggota keluarga yang meninggal akibat COVID-19.

"Para petugas pengendalian penyakit berkumpul dan mengkremasi mayat orang yang meninggal karena dugaan infeksi COVID-19. Pemerintah mengintimidasi pihak keluarga dan mengancam hukuman berat jika melanjutkan melakukan penguburan mayat," kata sumber tersebut kepada Daily NK, dikutip Senin (27/6/2022).

Di awal pandemi, banyak negara yang melakukan kremasi jenazah korban COVID-19 sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit. Namun prosesi tersebut, berdasarkan persetujuan pihak keluarga.

Sementara menurut sumber tersebut, otoritas Korea Utara tidak memberikan penjelasan tentang pengaturan pemakaman. Tanpa persetujuan, mereka mengkremasi jenazah pasien atau diduga pasien COVID-19 yang meninggal.

"Keluarga yang berduka banyak yang berkelahi dengan pihak otoritas pengendalian penyakit, menuduh mereka menghalangi cara pemakaman yang diinginkan jenazah," kata sumber yang sama.

Disebutkan bahwa hanya sedikit kelompok usia muda yang meninggal. Sebagian besar korban COVID-19 atau diduga COVID-19 merupakan anak-anak yang kekurangan gizi, kelompok lansia dan keluarga yang sekarat.

"Mereka (pemerintah Korea Utara) tidak pernah memberikan angka (kasus) pasti karena mereka khawatir membuat kita panik," terangnya.

Alami Efek Samping

Sumber itu juga menjelaskan bahwa banyak pasien COVID-19 yang sembuh tetapi mengalami efek samping setelahnya.

"Mereka mengeluh merasakan gejala demam pada siang hari, suhu tubuh mereka di atas 37 derajat Celcius setelah jam 5 sore, dan mereka merasa kedinginan. Beberapa dari mereka juga menderita hilang ingatan," ungkap sumber tersebut.

Menariknya, sumber tersebut mengatakan bahwa ada salah seorang warga di Sinuiju terjangkit COVID-19 sebanyak tiga kali.

"Terjangkit COVID-19 sebanyak tiga kali dan selalu pulih setelahnya pada April lalu," imbuh sumber itu.



Simak Video "Korea Utara Klaim Gelombang Pertama Pandemi Covid-19 Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya