ADVERTISEMENT

Selasa, 28 Jun 2022 05:00 WIB

Boleh Gembira, Menkes Bawa Kabar Baik di Tengah Ancaman BA.4 dan BA.5

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin di acara penyerahan 300 Unit Vaccine Refrigerator dari Pemerintah Jepang melalui UNICEF di JICT (Jakarta International Container Terminal) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/6/2022). Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Mochammad Fajar Nur/detikHealth)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membawa kabar baik di tengah kasus COVID-19 kembali meningkat. Meski kasus harian COVID-19 di Indonesia sempat beberapa hari bertahan di atas 2 ribu, level penularan COVID-19 masih berada di level 1.

Artinya, menurut Menkes, peningkatan COVID-19 dalam relatif terkendali dan cenderung terpantau rendah atau tidak signifikan.

"Memang ada kenaikan dari 200 ke 2.000-an kasus saat ini. Tapi puncak gelombang di Indonesia sebelumnya mencapai 60 ribu kasus per hari," terang Menkes usai menerima bantuan 300 unit cold chain vaksin dari pemerintah Jepang di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/6/2022).

Ia menjelaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan standar level 1 situasi pandemi di satu negara dengan indikator 20 kasus per 100 ribu penduduk selama sepekan. Jika dilihat dari penilaian tersebut, Indonesia masih di level 1 WHO dengan perkiraan hingga 7.800 kasus per hari.

"Kalau masih di bawah itu, artinya masih di level 1 PPKM. Di Indonesia saat ini, 2.000-an kasus," terang Menkes.

Seperti diketahui, prediksi kasus COVID-19 di Indonesia diperkirakan Menkes bakal tiba di pekan kedua hingga pekan ketiga Juli. Jika mengacu pada data puncak kasus Omicron BA.4 dan BA.5 di Afrika Selatan, estimasi pemerintah kasus harian Indonesia bisa mencapai 20 ribu per hari, sepertiga dari puncak sebelumnya.

"Angka kasus kematiannya sekitar 10 persen dari puncaknya Omicron. Namun dengan jumlah pasien yang masuk rumah sakit dan kematian tentu jauh lebih rendah dari gelombang sebelumnya," terang dia.

"Perkiraan puncak bisa kena di pekan kedua atau ketiga Juli 2022," pungkas dia.



Simak Video "Epidemiolog Minta Kebijakan Penggunaan Masker Kembali Diperketat"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya