ADVERTISEMENT

Selasa, 28 Jun 2022 16:14 WIB

Kemenkes Kaji Akses Penelitian Ganja Medis di Indonesia!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Marijuana leaves with cbd thc chemical structure Kemenkes RI kaji penelitian ganja medis di Indonesia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/anankkml)
Jakarta -

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menyebut pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penelitian ganja medis di Indonesia. Namun, belum diketahui sejauh mana gambaran riset ganja medis di Indonesia jika nantinya benar dilakukan, termasuk tempat penelitian hingga kapan riset dilakukan.

dr Syahril juga tidak menyebutkan kemungkinan subjek penelitian yang terlibat dalam wacana kajian riset ganja medis. Keputusan Kemenkes RI muncul usai beberapa hari belakangan ganja medis viral jadi perbincangan.

"Kemenkes sedang mengkaji untuk membuka akses penelitian ganja untuk tujuan medis," terang Syahril saat dihubungi detikcom Selasa (28/6/2022).

Viralnya ganja medis dikaitkan dengan seorang ibu bernama Santi yang melakukan aksi di car free day DKI Jakarta, memohon pertolongan ketersediaan ganja medis bagi anaknya, Pika, yang mengidap cerebral palsy atau kelumpuhan otak.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi tersebut disorot banyak publik termasuk penyanyi Andien Aisyah, yang kala itu juga tengah berada di CFD. "Tadi di CFD, ketemu seorang Ibu yang lagi bawa anaknya (sepertinya ABK), bawa poster yang menurutku berani banget. Pas aku dekatin beliau nangis. Remuk hati aku," dikutip detikcom dari akun Twitter Andien atas izin yang bersangkutan, Minggu (26/6/2022).

"Kondisi kelainan otak ini sulit diobati dan treatment yang paling efektifnya pakai terapi minyak biji ganja/CBD oil," tutur Andien lagi.

Selain Andien, Dwi Pertiwi, ibu dari almarhum Musa yakni anak pemohon uji materi larangan ganja untuk medis, yang meninggal di usia 16 tahun Desember 2020 lalu, juga mendesak pelegalan ganja medis. Khususnya bagi pengobatan anak dengan cerebral palsy.

Dwi bercerita, Pika, anak Santi, setidaknya mengalami kejang dua kali dalam seminggu.

"Dan setiap kali Pika kejang, hasil latihan fisioterapi, terapi wicara dan terapi-terapi tumbuh kembang lainnya kembali ke nol. Pika kembali lagi ke kemampuan awal dia seperti bayi, dia harus berjuang dari awal," ceritanya dalam akun Instagram pribadi @budhesomplak, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Minggu (26/6/2022).

"Seperti aku utarakan berkali-kali, bahwa kejang adalah momok bagi semua orang tua anak yang menderita lumpuh otak. Dan pengalamanku membuktikan hanya ganja yang mampu menghentikan kejang tanpa efek samping," cerita Dwi, sembari mengenang pengobatan sang anak.



Simak Video "Penggunaan Ganja Medis Juga Punya Risiko, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT