ADVERTISEMENT

Rabu, 29 Jun 2022 20:35 WIB

MUI Kaji Fatwa Ganja Medis, Nantinya Boleh Dipakai?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Thailand resmi hapus ganja dari daftar obat-obatan terlarang. Thailand juga jadi negara pertama di Asia Tenggara yang legalkan ganja untuk medis dan penelitian. MUI angkat bicara perihal wacana legalisasi ganja medis. Foto: Getty Images/Lauren DeCicca
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara perihal wacana legalisasi ganja medis sebagai obat. Hal ini menyusul tindakan seorang ibu bernama Santi Warastuti yang menyuarakan aspirasinya di Car Free Day (CFD) Jakarta demi pengobatan sang anak, Pika, yang mengidap cerebral palsy atau kelumpuhan otak. Saat itu Ibu Santi membawa poster bertuliskan 'Tolong, anakku butuh ganja medis'.

Dalam pesan yang diterima detikcom pada Rabu (29/6/2022), Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menyampaikan sejumlah poinnya terkait wacana tersebut. Salah satunya, terkait rencana kajian MUI tentang wacana tersebut. Nantinya, MUI akan melihat secara utuh bentuk tindak lanjutnya terhadap wacana tersebut baik dengan sosialisasi fatwa yang sudah ada, penguatan regulasi, atau pembentukan fatwa baru.

"Kami mengapresiasi harapan tersebut dan akan ditindaklanjuti dengan pengkajian komprehensif dalam perspektif keagamaan. Kita akan kaji, yang intinya MUI akan berkontribusi dalam memberikan solusi keagamaan atas dasar pertimbangan kemaslahatan umum secara holistik," tertera dalam poin pertama pesan tersebut.

"Terlebih UU 35/2009 Tentang Narkotika mengatur bahwa ganja termasuk jenis narkotika Golongan I yang tidak bisa digunakan untuk kepentingan kesehatan," sambungnya.

Selanjutnya, MUI menyebut hingga kini pihaknya belum menerima pertanyaan dan permohonan fatwa secara resmi dari para pihak terkait dengan masalah penggunaan ganja untuk kepentingan medis.

"Perlu disampaikan, dalam Islam, setiap yang memabukkan hukumnya haram, baik sedikit maupun banyak. Dan ganja termasuk barang yang memabukkan. Karenanya mengonsumsi ganja hukumnya haram karena memabukkan dan membahayakan kesehatan," terangnya lebih lanjut.

"Akan tetapi, jika ada kebutuhan yang dibenarkan secara syar'i, bisa saja penggunaan ganja dibolehkan, dengan syarat dan kondisi tertentu. Karenanya, perlu ada kajian mendalam mengenai ihwal manfaat ganja tersebut. Kita akan mengkaji substansi masalah terkait dengan permasalahan ganja ini; dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, regulasi, serta dampak yang ditimbulkan," pungkasnya.



Simak Video "Terkait Wacana Legalisasi Ganja Medis, Ini yang Jadi Sorotan PBNU"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya