ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Jun 2022 05:00 WIB

ROUND-UP

Kronologi Wanita Cimahi Kena Skoliosis 44 Derajat, Badan Kaku Seperti Robot

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Viral wanita asal Cimahi, Bandung, mengidap skoliosis 44 derajat hingga akhirnya berhasil sembuh. Foto: Tangkapan layar: SS Viral (atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Baru-baru ini viral wanita Cimahi mengaku sempat didiagnosis skoliosis 44 derajat. Kondisi tersebut membuatnya sulit bergerak hingga badan terasa kaku seperti robot.

Adalah Tanti Sri Haryati yang mulai merasakan punggung tidak simetris sejak SMA 2016. Namun, dirinya baru melakukan pemeriksaan ke dokter orthopedi di 2018 dan langsung menjalani operasi.

Butuh tiga bulan untuk dirinya benar-benar bisa pulih total. "Sepertinya sih sudah dari umur belasan (mengidap skoliosis) tapi baru kelihatan parah lengkungannya pas SMA," cerita Tanti, saat dihubungi detikcom, Rabu (29/6/2022).

Gejala Awal

Sebelum operasi, gejala awal yang sering dikeluhkan hanya pegal dan merasa postur tubuh tidak nyaman. Namun, gejala diakuinya semakin memburuk saat lengkungannya sudah berada di 44 derajat.

"Badan kaku itu pasca operasi benar-benar susah gerak, cuma bisa tiduran saja. Jalan juga belajar lagi cuma bisa bebera langkah, nggak kuat," lanjutnya.

Penyebab pasti Tanti mengalami skoliosis hingga kini belum diketahui. Jenis skoliosis yang dialami Tanti termasuk jenis paling umum yakni idiopatik. Idiopatik merupakan salah satu dari tiga jenis skoliosis tulang belakang yang membentuk seperti kurva abnormal.

Skoliosis semacam ini diyakini berkaitan dengan riwayat keluarga dan anak perempuan disebut memiliki risiko delapan kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki, untuk mengalaminya.

"Idiopatik, nggak ada penyebabnya, kalau kata dokter sih ini kelainan saat masa pertumbuhan," ucap wanita asal Cimahi, Jawa Barat itu kepada detikcom, baru-baru ini.

Rutin Ngegym

Siapa sangka, Tanti kini rutin menjalani olahraga gym, sudah ditekuninya selama kurang lebih 1,5 tahun. Berkat operasi penanaman pen titanium di tulang belakang, kondisi Tanti kini sudah jauh lebih baik bahkan tampak kembali normal.

Tujuan penanaman pen titanium di tulang belakang dimaksudkan agar posisi tulang tersebut dalam proses pembentukan saat penyembuhan berjalan dengan baik.

Kesembuhan Tanti mendadak jadi harapan beberapa pasien skoliosis lainnya. Salah satu netizen berkomentar dalam video TikToknya, mengaku menjadi pengidap skoliosis berat.

"Aku skoliosis sudah parah juga, tapi masih takut nggak berani buat operasi," komentar netizen tersebut.

Tanti berpesan, operasi sangat penting dilakukan untuk mempercepat penyembuhan dan menghindari risiko skoliosis semakin parah.

"Jangan takut operasi, alhamdulillah aku masih sehat-sehat saja. Demi ke depannya juga, supaya nggak makin parah derajatnya," kata Tanti.



Simak Video "Menakuti Bocah Pakai Suara 'Cekikikan' Hantu Bisa Timbulkan Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT