ADVERTISEMENT

Jumat, 01 Jul 2022 06:00 WIB

Nggak Jadi Bye-bye! Daftar Negara Wajibkan Masker Lagi Gegara COVID 'Ngamuk'

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
VANCOUVER, BRITISH COLUMBIA - APRIL 4:  Reporter Wendy Luo holds up a N95 mask manufactured by 3M, one of the only masks that guards against germs such as severe acute respiratory syndrome (SARS) April 4, 2003 in Vancouver, British Columbia, Canada. A SARS clinic opened at noon today at St. Vincents Hospital in Vancouver, British Columbia, Canada. SARS is a flu-like illness which has killed at least 80 people, mostly in Asia, and more than 2,200 have been infected around the world. U.S. President George W. Bush listed the mystery virus as a communicable disease by executive order today.  (Photo by Don MacKinnon/Getty Images) Daftar negara yang kembali mewajibkan masker. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Kasus COVID-19 kembali menanjak di beberapa negara. Hal itu membuat masyarakat di negara tersebut kembali disarankan untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan.

Hal itu dilakukan agar kasus COVID-19 tidak semakin ganas. Kemunculan beberapa varian COVID-19 diduga menjadi awal melonjaknya kasus di beberapa negara.

Dikutip dari beberapa sumber, negara berikut kembali meminta warganya untuk memakai masker. Aturan tersebut buntut dari meningkatnya kasus COVID-19 di beberapa negara.

1. China

Aturan penggunaan masker mulai dilonggarkan di China sejak akhir 2021. Namun, varian Omicron menyebabkan kasus COVID-19 di Cina kembali tinggi dan membuat aturan penggunaan masker kembali diwajibkan sejak April 2022.

2. Prancis

Aturan penggunaan masker di Prancis dicabut pada 16 Mei 2022. Hal itu merupakan kali pertama masyarakat negara tersebut boleh tidak menggunakan masker sejak hampir dua tahun lalu.

Namun kini, dengan meningkatnya angka COVID-19 di seluruh Prancis yang mencapai 342.504 kasus membuat aturan masker kembali diberlakukan. Tetapi, menurut Menteri Kesehatan Prancis, aturan tersebut bersifat saran bukan persyaratan wajib.

3. Pakistan

Pada Minggu (26/6/22), Pakistan melaporkan lebih dari 400 kasus virus Corona. Lebih lanjut, data dari National Institute of Health (NIH) menunjukkan bahwa 406 kasus COVID-19 dilaporkan di seluruh negeri dalam 24 jam terakhir.

Sehari sebelumnya, 432 kasus dilaporkan yang merupakan jumlah tertinggi sejak 22 Maret. Berdasarkan hal tersebut, Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan telah mengubah aturan maskernya, kini masker wajib dipakai saat perjalanan penerbangan domestik.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT