ADVERTISEMENT

Jumat, 01 Jul 2022 11:30 WIB

Kasus Global Meroket Lagi, WHO Tegaskan Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari Akhir

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Director General of the World Health Organization (WHO), addresses a press conference about the update on COVID-19 at the World Health Organization headquarters in Geneva, Switzerland, Monday, Feb. 24, 2020. (Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP) Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus COVID-19 melonjak di 110 negara dengan kenaikan sebesar 18 persen dalam sepekan terakhir. Pandemi COVID-19 ditegaskan masih jauh dari selesai. Terlebih, melihat kemampuan dunia untuk melacak evolusi genetik COVID-19 'di bawah ancaman' sementara negara-negara melonggarkan aturan pembatasan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia khawatir, kondisi penanganan COVID-19 di banyak negara kini mempersulit terdeteksinya varian baru dengan potensi karakteristik lebih berbahaya.

"Pandemi ini berubah tetapi belum berakhir. Kami telah membuat kemajuan, tetapi (pandemi COVID-19) ini belum berakhir," tegasnya, dikutip dari laman resmi WHO, Jumat (1/7/2022).

"Hanya dengan tindakan bersama oleh pemerintah, lembaga internasional, dan sektor swasta, kami dapat menyelesaikan tantangan yang semakin berat", imbuh Tedros.

Dikutip dari Sky News, jumlah kematian akibat COVID-19 di sebagian besar negara masih sama dengan pekan sebelumnya. Akan tetapi, terjadi peningkatan di tiga wilayah yakni Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat.

Dalam tujuh hari terakhir, Timur Tengah mengalami peningkatan kasus COVID-19 paling mencolok dengan lonjakan sebesar 47 persen. Disusul oleh Eropa dan Asia Tenggara dengan peningkatan jumlah kasus sekitar 32 persen, kemudian Amerika dengan peningkatan 14 persen.

Secara keseluruhan, lebih dari 4,1 juta kasus dilaporkan secara global pekan lalu. Kebanyakan kasus lonjakan ini dipicu oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Lebih lanjut, Tedros menegaskan ratusan juta orang di seluruh dunia tetap tidak divaksinasi. Meski sebanyak 1,2 miliar suntikan telah diberikan secara global, tingkat imunisasi rata-rata di negara-negara miskin hanya 13 persen.



Simak Video "Respons WHO soal Temuan Omicron Baru BA.2.75"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT