ADVERTISEMENT

Jumat, 01 Jul 2022 14:33 WIB

Tjahjo Kumolo Wafat, Dokter Paru Ungkap Alasan Komplikasi Paru-Diabetes Fatal

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sekjen KPK Cahya Harefa mengantarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo, menuju kendaraan dinas menteri di gedung KPK, Jakarta, Senin (21/12/2020). Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo meninggal dunia. Dikabarkan ia mengalami sejumlah komplikasi yang memperburuk kondisinya.

"Awalnya kecapekan, letih, pekerjaan yang berat. Kemudian setelah jatuh sakit komplikasi, ada paru-paru, diabetes, asam urat. Orang sakit kan komplikasinya berarti multi organ ya," papar politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno saat dikonfirmasi CNNIndonesia, Jumat (1/7/2022).

Tjahjo sempat dirawat di RS Abdi Waluyo selama dua minggu akibat infeksi yang menyebar di paru-parunya. Keluarga mengatakan kondisinya sempat membaik.

Beberapa waktu lalu, putri Tjahjo Kumolo, Rahajeng Widyaswari menyebut sang ayah mengalami infeksi paru. Kabar tersebut disampaikan Minggu (26/6/2022).

"Ada infeksi yang menyebar sampai ke paru-parunya," beber Widyaswari.

Dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan bahwa infeksi pada paru dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru. Apabila kerusakan tersebut meluas, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan oksigen yang masuk ke dalam darah, sehingga pasien mengalami sesak napas.

Juga, apabila kondisi infeksi semakin memberat dan meluas, ini bisa menyebabkan gagal napas dan kematian.

"Infeksi pada paru menyebabkan kerusakan jaringan paru, apabila kerusakan jaringan paru luas menyebabkan gangguan oksigen yang masuk ke dalam darah sehingga pasien menjadi sesak napas. Pada kondisi yang berat dan luas dapat menyebabkan gagal napas dan berisiko kematian," tuturnya saat dihubungi detikcom, Jumat (1/7/2022).

Menurut dr Agus, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan fatalitas infeksi paru, salah satunya mereka yang memiliki komorbid. Apabila seseorang memiliki sejumlah komorbid, infeksi paru umumnya akan menjadi lebih berat. Oleh karenanya pengobatan pun harus segera dilakukan. Sebab, apabila terlambat diobati, infeksi akan lebih sulit diatasi atau disembuhkan.

"Komorbid seseorang, kalo komorbid ada dan banyak cenderung infeksi paru lebih berat," tuturnya.

"Bila terlambat diobati, infeksi lebih berat dan lebih sulit diatasi," sambungnya lagi.



Simak Video "Lahir di 17 Agustus. 16 Bayi Ini Diberi Pernak-pernik Kemerdekaan"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT