ADVERTISEMENT

Jumat, 01 Jul 2022 15:31 WIB

Ilmuwan Ungkap Bukti Baru, Lagi-lagi Temuan Cacar Monyet di Air Mani

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
4K Resolution, Accidents and Disasters, Aggression, Backgrounds Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/blackdovfx
Jakarta -

Peneliti di Italia kembali menemukan bukti baru tentang keberadaan virus cacar monyet pada air mani. Ini ditemukan setelah mereka memperluas pengujian untuk membuktikan bahwa air mani bisa menjadi jalur penularan penyakit tersebut.

Direktur Umum Institut Spallanzani, Roma, Francesco Vaia mengatakan para peneliti kembali menemukan virus cacar monyet pada sperma 14 pria yang terinfeksi.

"Temuan ini memberitahu kita bahwa keberadaan virus dalam sperma bukanlah kejadian langka atau acak," kata Vaia yang dikutip dari MedicalXpress, Jumat (1/7/2022).

"Infeksi dapat ditularkan selama hubungan seksual melalui kontak langsung dengan lesi kulit. Tetapi, penelitian kami menunjukkan bahwa air mani juga dapat menjadi kendaraan untuk infeksi," jelasnya.

Sebelumnya, para peneliti telah menemukan bukti virus cacar monyet pada air mani empat pasien di Italia yang dilaporkan pada 2 Juni lalu. Dari 6 pasien dengan air mani yang mengandung virus tersebut, satu di antaranya menunjukkan bahwa virusnya masih bisa menginfeksi orang lain dan bereplikasi.

Sama seperti sebelumnya, hasil temuan terbaru ini juga belum dipublikasi oleh Vaia.

Sejak Kapan Virus Cacar Monyet Muncul di Dalam Air Mani?

Para peneliti Spallanzani saat ini mencoba untuk memastikan sejak kapan virus itu muncul dalam air mani. Pada satu pasien, DNA virus terdeteksi tiga minggu setelah gejala pertama kali muncul, bahkan setelah lesi di kulit menghilang.

Menurut Vaia, fenomena ini pernah terlihat di masa lalu pada infeksi virus seperti Zika.

"Itu bisa menunjukkan bahwa risiko penularan cacar monyet dapat diturunkan dengan penggunaan kondom pada minggu-minggu setelah pemulihan," katanya.

Selain pada air mani, tim Spallanzani juga mulai mencari tahu apakah virus itu terdeteksi pada cairan vagina. Vaia mengatakan dari temuan studi pertama menunjukkan bahwa virus cacar monyet yang ditemukan di air mani adalah virus hidup yang bisa menular.

"(Virus cacar monyet) yang ditemukan dalam air mani adalah virus hidup yang menular, efisien dalam mereproduksi dirinya sendiri", kata Vaia kepada AFP.

Apa Kata WHO?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyelidiki kasus-kasus pengujian yang menemukan virus cacar monyet pada air mani. Tetapi, mereka menegaskan bahwa sampai saat ini virus masih menyebar melalui kontak dekat.

"Kami tidak menyebut ini infeksi menular seksual," kata direktur program HIV, hepatitis, dan infeksi menular seksual global WHO, Meg Doherty.



Simak Video "Menkes: Monkeypox Menular Jika Sudah Ada Gejala"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT