ADVERTISEMENT

Sabtu, 02 Jul 2022 06:00 WIB

DKI Bentar Lagi Masuk Puncak Omicron Baru, Ini Data Kasus Sepekan Terakhir

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Corona di DKI Jakarta. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi DKI Jakarta menjadi provinsi Indonesia pertama yang memasuki fase puncak Omicron baru BA.4 dan BA.5. Kedua subvarian tersebut kini diyakini sudah mendominasi 80 persen dari total kasus COVID-19 yang dilaporkan.

"Jakarta sekarang 85 persen genome-nya Omicron, sebentar lagi puncak," kata Budi saat berbincang dengan wartawan di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2022).

Lebih dari tiga pekan terakhir, kasus COVID-19 DKI Jakarta kembali meningkat, menjadi provinsi terbanyak penyumbang kasus di Indonesia. Kabar baiknya, meskipun kasus harian tercatat tinggi, angka kematian tetap rendah yakni di bawah lima kasus.

Berikut laporannya sepekan terakhir, berdasarkan data Satgas COVID-19:

  • Jumat (1/7/2022): bertambah 1.100 kasus dengan nihil kematian
  • Kamis (30/6/2022): bertambah 1.255 kasus dengan 2 kematian
  • Rabu (29/6/2022): bertambah 1.134 kasus dengan nihil kematian
  • Selasa (28/6/2022): bertambah 1.250 kasus dengan satu kematian
  • Senin (27/6/2022): bertambah 838 kasus dengan nihil kematian
  • Minggu (26/6/2022): bertambah 1.055 kasus dengan nihil kematian
  • Sabtu (25/6/2022): bertambah 1.045 kasus dengan nihil kematian
  • Jumat (24/6/2022): bertambah 1.266 kasus dengan dua kematian

Puncak Omicron Baru Bakal Bertahan Lama?

Menurut ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia, kenaikan kasus COVID-19 di masa puncak Omicron baru BA.4 dan BA.5 bakal berlangsung lebih lama. Hal ini dikarenakan infeksi lebih dulu menyebar di kalangan yang memiliki imunitas, sehingga kemungkinan gejala COVID-19 tidak muncul atau terbilang ringan.

"Kenaikan COVID-19 ini jelas akan berlangsung ya setidaknya satu dua bulan lah ya, tapi ini berbeda dengan waktu Delta ya, hanya pada kelompok-kelompok yang rawan populasi berisiko tinggi seperti lansia, komorbid, ataupun yang cakupan vaksinasi masih minim itu yang paling berbahaya," beber Dicky kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

"Dan ini setidaknya kita akan menghadapi masa rawan ya Agustus lah paling tidak, ini berbalik juga pada bagaimana kita memitigasinya," sambung Dicky.



Simak Video "Seputar Omicron 'Centaurus' BA.2.75 yang Sudah Masuk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya