ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 16:07 WIB

Omicron BA.4-BA.5 RI Jadi 1.179 Kasus, Kelompok Ini Paling Banyak Terinfeksi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Ilustrasi tes PCR (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia belakangan ini kembali 'ngegas'. Disebut-sebut penyebabnya adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menyebut sudah 87 persen subvarian BA.5 mendominasi kasus COVID-19.

"Dan sebagai informasi, sudah 87 persen BA.5 sudah mendominasi di COVID ini. Jadi sudah bergeser ke subvarian BA.5," tuturnya saat live di Radio Kesehatan Kemenkes RI, Senin (4/7/2022).

Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkes per 2 Juli 2022, kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 kini bertambah menjadi 1.179, terdiri dari 1.080 kasus subvarian Omicron BA.5 dan 99 kasus dari subvarian Omicron BA.4.

Kelompok yang paling banyak terinfeksi Omicron BA.4-BA.5 adalah mereka yang berusia 18-59 tahun. Berdasarkan data, sebanyak 794 orang terinfeksi subvarian Omicron BA.5 dengan rentang usia 18-59 tahun. Sedangkan 79 lainnya terinfeksi subvarian BA.4 dengan rentang usia yang sama. Adapun sisanya berasal dari pasien yang berusia di bawah 6 tahun, 6 sampai 17 tahun, dan di atas 59 tahun.

Pasien berusia 6 sampai 17 tahun sebanyak 139 orang terinfeksi subvarian Omicron BA.5, sedangkan 3 lainnya terinfeksi Omicron BA.4. Kemudian pasien yang berusia di atas 59 tahun sebanyak 99 orang dilaporkan terinfeksi Omicron BA.5, sedangkan 12 lainnya terinfeksi Omicron BA.4. Sementara pasien di bawah 6 tahun sebanyak 48 orang terinfeksi Omicron BA.5, dan 4 lainnya terinfeksi BA.4.



Simak Video "Menkes Laporkan 8 Kasus BA.4 dan BA.5 di RI, Berikut Detailnya"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT