ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 18:55 WIB

Ingat! PPKM Jabodetabek Naik ke Level 2, Masker Tetap Dipakai di Luar Ruang

Vidya Pinandhita - detikHealth
PPKM DKI Jakarta Tetap Level 2, Ini Aturan yang Berlaku PPKM Jabodetabek naik lagi ke level 2 (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Seiring meningkatnya kasus COVID-19 RI kini, pemerintah memperpanjang masa berlaku kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia hingga 1 Agustus 2022. Seluruh wilayah Jabodetabek masuk PPKM Level 2.

Belakangan, warga RI diperbolehkan melepas masker saat berada di area terbuka. Dengan syarat, area tersebut tidak padat kerumunan dan warga sedang dalam kondisi benar-benar sehat. Lantas dengan kondisi COVID-19 kini, masih bolehkah warga Jabodetabek mencopot masker saat berada di area terbuka yang tidak padat kerumunan?

Mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, warga di wilayah PPKM Level 2 tetap diwajibkan mengenakan masker. Termasuk, saat berada di area luar ruangan.

"Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan di luar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker," tertulis dalam Inmendagri tersebut, dikutip detikcom, Selasa (5/7/2022).

Menanggapi aturan penggunaan masker yang sempat dilonggarkan, epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyinggung pemerintah perlu tegas dalam mewajibkan penggunaan masker pada masyarakat. Sebab menurutnya, masker masih efektif untuk memperkuat intervensi kesehatan publik. Tak lain, dibarengi vaksinasi dan 3T.

"Untuk masyarakat itu harus jelas tegas saja misalnya di dalam dan luar ruangan pakai masker. Karena masalahnya kan kalau mau dibangun diserahkan pada publik saat ini pun secara indikator epidemiologi belum aman," ujar Dicky.

"Dari sisi kesiapan masyarakat dari sisi literasi persepsi risiko belum ada upaya yang memadai pemerintah untuk membangu persepsi risiko itu. Jadi terlalu riskan dan berbahaya. Karena kita tahu, masker ini adalah kombinasi yang efektif untuk memperkuat intervensi public health lain apakah itu vaksinasi, 3T, ataupun pendekatan kesehatan masyarakat lainnya," pungkasnya.



Simak Video "Ahli: Level PPKM Jadi Payung Strategi Protokol Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya