BPJS Kesehatan: Klaim COVID-19 Mencapai Rp 138,8 Triliun Sejak 2021

ADVERTISEMENT

BPJS Kesehatan: Klaim COVID-19 Mencapai Rp 138,8 Triliun Sejak 2021

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Selasa, 05 Jul 2022 21:32 WIB
Dirut BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti
Dirut BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta -

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti melaporkan hingga Mei 2022, pihaknya menerima klaim kasus terverifikasi sebanyak 2,7 juta kasus dengan biaya terverifikasi sebesar Rp 138,8 triliun.

"Di tahun 2021, BPJS Kesehatan dipercaya melakukan verifikasi klaim COVID dan KIPI," ucapnya dalam agenda Laporan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan 2021, Selasa (5/7/2022).

Selain itu, BPJS Kesehatan juga membuka layanan P-Care Vaksinasi yang merupakan usaha untuk mendata dan membantu proses vaksinasi nasional. Jumlah vaksinasi yang sudah tercapai melalui layanan P-Care berjumlah 410 Juta dosis.

Dalam kesempatan tersebut, sepanjang tahun 2021, Ghufron mengatakan persentase peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) jika dibandingkan jumlah penduduk Indonesia sepanjang 2021 sebesar 86,07 persen atau sebanyak 235,719 juta jiwa. Jumlah peserta tersebut naik dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 222,461 juta jiwa. Sementara masyarakat yang belum menjadi peserta JKN sebesar 13,93 persen.

Namun, beban jaminan kesehatan di tahun 2022 menurun dibandingkan angka tahun 2021.

"Beban jaminan kesehatan di 2022 itu Rp 95,51 triliun. Namun selama 2021 ada penurunan ke Rp 90,33 triliun," ucap Ghufron.

Selain itu, menurutnya ada peningkatan Kunjungan Sakit di tahun 2021. Hal ini salah satunya disebabkan oleh rebound kasus COVID-19 sehingga terjadi angka peningkatan Kunjungan Sakit.



Simak Video "Minta Tak Diskriminasi, BPJS Kesehatan Beberkan Inovasi Pelayanan Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT