ADVERTISEMENT

Rabu, 06 Jul 2022 08:02 WIB

Ilmuwan Top Rusia Meninggal Setelah Ditahan dan Dituduh Jadi Mata-mata China

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi pasutri tewas berpelukan Foto: Dok.Detikcom
Jakarta -

Seorang ilmuwan top Rusia, Dmitriy Kolker, meninggal dua hari setelah ditangkap atas tuduhan pengkhianatan terhadap negara. Spesialis kuantum dan laser ini dicurigai menjadi mata-mata untuk China.

Sebelum dibawa ke penjara, Kolker menjalani perawatan untuk kanker pankreas di rumah sakit. Belum selesai menjalani pengobatan, Petugas Layanan Keamanan Federal (FSB) membawa pria berusia 54 tahun itu dari ranjang rumah sakitnya di Novosibirsk ke penjara pada 30 Juni.

Dilaporkan BBC, pada tanggal 30 Juni, pengadilan Novosibirsk memerintahkan agar dia ditahan selama dua bulan. Dia dibawa ke penjara Lefortovo Moskow dan meninggal kemudian di rumah sakit terdekat dua hari setelahnya.

Kolker ditemani oleh agen FSB dalam semua perjalanannya ke China, kata putranya. Para petugas memastikan bahwa Kolker hanya berbicara kepada mahasiswa China dalam bahasa Rusia melalui seorang penerjemah.

Putri Kolker, Alina Mironova, telah mengecam penangkapannya dalam sebuah posting di halaman VKontakte-nya.

"Kanker pankreas stadium empat adalah vonis," tulisnya.

"Tetapi menghadapi vonis seperti itu tidak di rumah, tetapi di dalam tembok pusat penahanan tanpa perawatan medis yang layak adalah hal terburuk yang dapat terjadi pada seseorang," lanjutnya.



Simak Video "Soal Konflik Rusia-Ukraina, WHO: Perang Ini Harus Dihentikan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT