ADVERTISEMENT

Rabu, 06 Jul 2022 13:31 WIB

Eks Petinggi WHO Soroti COVID RI Naik 10 Kali Lipat, Wanti-wanti Varian Baru

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Corona Viruses against Dark Background Foto ilustrasi: Getty Images/loops7
Jakarta -

Kasus COVID-19 di sejumlah negara kembali meningkat. Di Indonesia, per 5 Juli 2022 kemarin mencatat penambahan kasus baru sebanyak 2.577. Ini menjadi penambahan kasus baru tertinggi sejak bulan Juni lalu.

Tak hanya itu, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet juga kembali bertambah. Jumlah pasiennya kini sudah mendekati 200 orang.

Melihat hal ini, mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama mengimbau beberapa hal yang perlu diwaspadai. Ia mengatakan jika kasus terus meningkat, potensi terbentuknya varian baru COVID-19 bisa lebih besar.

"Kalau kasus terus meningkat, maka potensi terbentuknya varian baru jadi lebih besar," kata Prof Tjandra dalam pesan yang diterima detikcom pada Rabu (6/7/2022).

"Belum lagi dampak kesehatan pada kelompok risiko tinggi dan juga gangguan aktivitas kalau seseorang harus diisolasi," lanjutnya.

Maka dari itu, Prof Tjandra memberikan beberapa imbauan untuk mencegah kemungkinan itu terjadi. Misalnya seperti pemakaian masker yang harus terus dilakukan, peningkatan testing, hingga vaksinasi.

"Untuk protokol kesehatan, PPKM level dua sudah ditetapkan untuk Jakarta dan sekitarnya. Pemakaian masker di luar ruangan sebaiknya juga dilakukan oleh mereka yang berisiko lebih mudah tertular dan sakit, serta kalau berada dalam kerumunan atau keadaan yang penularannya lebih mudah terjadi," jelas Prof Tjandra.

"Testing jelas harus ditingkatkan, diikuti telusur yang masif. Vaksinasi jelas harus ditingkatkan upayanya, baik vaksinasi lengkap dan apalagi vaksinasi booster," pungkasnya.

Simak video 'Respons WHO soal Temuan Omicron Baru BA.2.75':

[Gambas:Video 20detik]



(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT