ADVERTISEMENT

Rabu, 06 Jul 2022 22:00 WIB

PPKM Level 2 Jabodetabek Cuma Bertahan Sehari, Ini Yang Jadi Sorotan Pakar

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Presiden Joko Widodo melonggarkan kebijakan penggunaan masker di ruang terbuka. Aturan itu diterapkan karena kasus COVID-19 di Indonesia dinilai semakin membaik PPKM Level 2 Jabodetabek cuma bertahan sehari, ini yang jadi sorotan pakar. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah mengubah status Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jabodetabek menjadi Level 1 hari ini, Rabu (6/7/2022). Sebelumnya baru kemarin, Selasa (5/7), pemerintah menetapkan wilayah tersebut dalam Level 2 PPKM.

Perubahan ini tertuang pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2022 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada Kondisi Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Menurut pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, perubahan semacam ini berisiko membuat kepercayaan publik pada pemerintah berkurang. Ia menilai seharusnya pemerintah memiliki ketegasan dan konsistensi dalam menetapkan aturan.

"Saya kira ini penting bahwa pemerintah ini punya ukuran yang jelas tegas dan konsisten. Untuk apa? untuk membangun trust kepercayaan publik, ini upaya untuk mengendalikan, ini untuk kepentingan publik. Antara lain apa? kejelasan informasi. Bahwa ada perbedaan, ada perubahan dalam waktu singkat, memungkinkan, tapi harus dikomunikasikan sebelumnya," ujarnya pada detikcom, Rabu (6/7/2022).

"Atau diantisipasi sebelumnya itu yang dimaksudkan komunikasi risiko, itu bisa membuat efektivitas dari program itu jadi tidak terjadi bisa bahkan menurunkan trust (kepercayaan) publik, nah ini yang harus dicegah," sambungnya.

Dicky juga menyoroti jika pemerintah menerapkan aturan yang berbau optimis kepada masyarakat tanpa ditimbang risiko komunikasinya justru akan menimbulkan efek yang negatif.

"Karena sekali masyarakat menerima informasi yang terlalu optimis, atau positif-positif yang terbangun bukan kewaspadaan, selain mereka menganggap ini sudah selesai, sebagian bahkan akan menurun kepercayaannya dan ini akan berbahaya," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri (Bina Adwil, Kemendagri) Safrizal menyebut pembaharuan level PPKM merujuk data kasus COVID-19 Jabodetabek sepekan terakhir. Ada indikasi puncak kasus Omicron akibat BA.4 dan BA.5 sudah terlewati.

"Meskipun berdasarkan indikator transmisi komunitas wilayah aglomerasi jabodetabek berada pada level 2, tetapi dalam satu minggu terakhir kami melihat terjadi tren pelandaian (flattening) yang mengindikasikan wilayah aglomerasi telah melewati puncak," beber dia dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (6/7).

"Dengan perkembangan tersebut, kami memperkirakan wilayah aglomerasi jabodetabek dapat kembali ke level 1 dalam 1 atau 2 minggu ke depan," pungkasnya.



Simak Video "Ahli: Level PPKM Jadi Payung Strategi Protokol Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya