ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Jul 2022 08:00 WIB

Round Up

Curhat Pasien Corona Alami Gejala Aneh Saat Terinfeksi Varian BA.5

Vidya Pinandhita - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Seiring melonjaknya kasus COVID-19 di banyak negara, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang kini merebak diyakini memicu gejala lebih ringan dibanding varian Corona lainnya. Namun lain kisah dengan wanita ini, ia mengalami gejala aneh saat terpapar varian Omicron tersebut.

Wanita tersebut bernama dr Claire Taylor. Ia merupakan seorang dokter asal Inggris. Lewat akun media sosialnya, ia membagikan pengalaman 'tak biasa' saat dirinya terinfeksi subvarian Omicron BA.5.

Saat itu, terpapar BA.5 bersamaan dengan putranya. Lain dari kebanyakan pasien, ia dan putranya mengidap gejala mirip dengan meningitis. Ia mengalami sakit dan kaku pada leher, serta sensitif terhadap cahaya.

"Saya merasakan sakit di mana-mana (tubuh), terasa seperti ditabrak bus, sakit di sekujur tubuh," beber Dr Claire lewat akun Twitter miliknya, dikutip dari Express UK, Rabu (6/7/2022).

Dr Claire mengisahkan, tubuhnya sempat mengalami rasa sakit selama beberapa hari sebelum lehernya menjadi kaku. Berlanjut pada hari kelima, dr Claire mengalami gejala berupa mati rasa, kesemutan di lengan kiri, serta gangguan penglihatan.

"Saya sebenarnya tidak bisa menggerakkan leher saya sama sekali. Suhu tubuh naik dan merasa tersiksa. Tidak ada gejala flu sama sekali," ujarnya.

"Saya pergi tidur dan bangun dengan penglihatan yang terdistorsi di mata kiri saya. Tidak dapat membaca apapun karena ada sedikit teks yang hilang," imbuh Dr Claire.

Sementara itu, putranya merasakan kaku yang menyakitkan pada leher, dibarengi suhu badan tinggi pada hari pertama terpapar COVID-19. dr Claire sempat mengira, gejala yang dialami anaknya adalah pertanda meningitis.

Beberapa hari kemudian, dr Claire dan putranya dinyatakan negatif COVID-19. Dalam dua minggu setelahnya, gejala pada dr Claire dan putranya perlahan sembuh.

"Ini seperti bukan virus pernapasan untuk anak saya dan saya. Itu pada dasarnya adalah meningitis virus (demam, sakit leher, kekakuan, dan tidak suka cahaya terang)," pungkas dr Claire lewat Twitter-nya.



Simak Video "Studi Ungkap Gejala Covid-19 Paling Sering Muncul di Gelombang BA.4-BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT