ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Jul 2022 20:17 WIB

Jokowi Minta Ibu-ibu Tak Lahirkan Anak Setiap Tahun, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Presiden Jokowi di peringatan Harganas di Medan (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Jokowi di peringatan Harganas di Medan (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo meminta ibu-ibu di Indonesia tidak melahirkan anak setiap tahun. Hal ini bertujuan untuk memastikan gizi sang ibu tercukupi sebelum mengandung agar terbebas dari risiko melahirkan anak stunting.

Menurutnya, angka kelahiran stunting memang sudah bisa ditekan signifikan dibandingkan 2014 silam. Per 2021, angka stunting di Indonesia berada di 24,4 persen. Jokowi menargetkan 2024 mendatang angkanya turun jauh lebih rendah hingga 14 persen.

"Karena anak-anak kita di hari ini adalah penentu wajah masa depan Indonesia, kalau anak-anak kita pintar, cerdas, kita bersaing dengan negara lain itu mudah, tapi kalau anak stunting gizinya nggak baik, nggak tercukupi, bersaing dengan negara lain akan sangat kesulitan kita," pesan Jokowi dalam Hari Keluarga Nasional, Kamis (7/7/2022).

Jokowi tidak mempersoalkan jumlah anak yang diinginkan setiap keluarga, hingga misalnya mencapai tiga anak. Ia juga menyinggung peran orangtua dalam mempersiapkan pendidikan anak untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di masa mendatang.

"Ibu-ibu ini boleh mempunyai anak satu, boleh, anak dua boleh, anak tiga boleh, tapi jaraknya diatur, lebih dari tiga tahun, harus lebih dari tiga tahun. Jangan tiap tahun punya anak, jaraknya lebih dari tiga tahun, diatur," beber Jokowi.

"Tiga tahun ibu sudah pulih, gizinya baik, boleh mempunyai anak lagi, dan yang paling penting menyiapkan pendidikannya agar menjadi SDM generasi penerus yang berkualitas," pungkas dia.



Simak Video "Permasalahan Gizi di Indonesia, Stunting dan Obesitas Jadi Sorotan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT