ADVERTISEMENT

Sabtu, 09 Jul 2022 17:00 WIB

Viral Wanita Jakbar Usia 20 Tahun Kena Tumor Otak, Inikah Penyebabnya?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Seorang wanita asal Jakarta Barat mengaku terkena tumor otak. Viral wanita Jakbar usia 20 tahun kena tumor otak, inikah penyebabnya? Foto: Tangkapan layar: SS Viral (atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Baru-baru ini viral wanita Jakarta Barat terkena tumor otak hingga harus melakukan operasi pengangkatan tumor. Pemilik akun TikTok @franziskaelva_ bercerita sempat mengira gejala yang muncul adalah sakit kepala biasa.

Gadis yang baru berusia 20 tahun ini sebelumnya masih rutin beraktivitas sebelum muncul gejala lain yang lebih berat yaitu mata kanan mendadak hitam dan penglihatannya terganggu.

"Awalnya cuma sakit kepala biasa, hampir 4 bulan ditahan masih bisa main. Lama-lama kok mata kanan item ya. Kok matanya kadang gelap ya," cerita Elza dalam akun TikTok pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Sabtu (9/7/2022).

"Terus tiba-tiba kaki kanan bengkak. Sakit, susah ditekuk, susah jalan. Bolak-balik RS, sampai pada akhirnya MRI scan kepala," lanjut dia.

Hasil MRI scan kepala keluar dan dokter mendiagnosis dirinya terkena tumor otak. Ukurannya diakui Elza cukup besar sehingga harus melakukan operasi.

Dikutip dari Cancer Research UK, ada beberapa faktor risiko dan penyebab dari tumor otak, seperti di bawah ini:

Usia

Tumor otak dapat dimulai pada usia berapa pun. Tetapi seiring bertambahnya usia, risiko kita terkena tumor otak meningkat. Risiko tumor otak paling besar pada mereka yang berusia antara 85 dan 89 tahun.

Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko beberapa tipe kanker, termasuk jenis tumor otak yang disebut meningioma. Sekitar 2 dari 100 tumor otak (2 persen) yang didiagnosis di Inggris setiap tahun disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas.

Cobalah untuk menjaga berat badan yang sehat dengan tetap aktif secara fisik dan makan makanan yang sehat dan seimbang.

Radiasi Medis (Radiasi Ionisasi)

Radiasi Ionisasi adalah jenis radiasi yang digunakan oleh beberapa pemindaian medis, seperti x-ray dan CT scan. Pemindaian ini penting untuk membantu mendiagnosis banyak penyakit, termasuk kanker.

Kurang dari 1 pada setiap 100 tumor otak (kurang dari 1 persen) yang didiagnosis di Inggris disebabkan oleh radiasi ionisasi. Sebagian besar kasus terjadi pada orang yang telah menerima radiasi dari perawatan radioterapi sebelumnya, bukan dari sinar-x dan CT scan. Namun, risiko radiasi dari pemindaian medis sangat rendah.

Faktor Genetik

Risiko bisa lebih tinggi daripada orang umum jika memiliki kerabat dekat yang menderita tumor otak. Kerabat dekat adalah orang tua, saudara kandung atau anak. Sebagian kecil tumor otak terkait dengan kondisi genetik.

Beberapa yang memiliki salah satu dari sindrom langka di bawah ini juga memiliki peningkatan risiko terkena tumor otak:

  • neurofibromatosis (NF) tipe 1 dan tipe 2
  • tuberous sclerosis (TSC)
  • Li-Fraumeni syndrome
  • Von Hippel-Lindau syndrome (VHL)
  • Turner syndrome
  • Turcot syndrome
  • Gorlin syndrome

Perlu diperhatikan, apapun yang dapat meningkatkan risiko tumor otak disebut faktor risiko. Namun, memiliki faktor risiko tidak berarti pasti akan mengidap tumor otak.



Simak Video "Menakuti Bocah Pakai Suara 'Cekikikan' Hantu Bisa Timbulkan Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT