ADVERTISEMENT

Senin, 11 Jul 2022 13:01 WIB

ROUND-UP

Fakta-fakta RS Sanglah Laporkan Kasus Langka Penis Patah usai Bercinta

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
banana with open skin in the tossed state on a dark background Ilustrasi penis patah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Albert Yarullin)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu sempat terjadi sebuah kecelakaan seks yang terjadi pada seorang pria berusia 44 tahun. Hal itu dilaporkan oleh tim dokter urologi dari RS Sanglah Bali dan RS Dr Soetomo Surabaya di jurnal internasional.

Berikut beberapa fakta terkait kasus penis patah tersebut, antara lain:

1. Kasus Langka

Melalui publikasinya di International Journal of Surgery Case Reports, tim dokter mengatakan bahwa pasien mengalami robekan sebesar 3 cm di kedua corpus covernosum. Bagian tersebut berupa rongga yang dialiri banyak darah saat penis ereksi.

Bicorpora atau kerusakan di kedua bagian itu sekaligus merupakan kasus yang langka karena hanya ditemukan pada 5 hingga 14 persen kasus penis patah. Terlebih, kasus ini juga melibatkan kerusakan pada corpus spongiosum yang membuat kasus ini semakin langka.

"Kombinasi keduanya, yaitu kerusakan pada kedua corpus covernosum dan corpus spongiosum hanya ditemukan pada 9-20 persen dari semua kasus penis patah," tulis laporan tersebut.

2. Penisnya Bengkak

Pria yang tidak disebutkan namanya itu membawa dirinya ke unit gawat darurat dengan kondisi penis bengkak. Penis pria tersebut juga diketahui mengeluarkan suara 'crack' yang kemudian diikuti dengan pembengkakan pada penisnya.

Tak hanya itu, ujung penis pria tersebut juga mengeluarkan darah, padahal pria tersebut tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi, diabetes mellitus, atau riwayat operasi sebelumnya. Hasil pemeriksaan mengatakan bahwa pembengkakan yang terjadi merupakan indikasi ekimosis atau pendarahan di bawah kulit.

3. Posisi Seks yang Dilakukan

Pria tersebut diketahui mengalami penis patah ketika dirinya sedang melakukan hubungan seksual dengan posisi woman on top atau wanita di atas. Posisi ini dinilai berisiko menyebabkan penis patah.

"Ini karena seluruh berat badan mendarat di penis yang sedang ereksi atau ketika penis yang ereksi membentur perineum (area di antara dubur dan vagina)," tutur peneliti dalam laporan tersebut.

Tak hanya itu, peneliti juga menyebutkan bahwa terdapat posisi lain yang memicu cedera pada penis, salah satunya adalah doggy style. Posisi bercinta itu cukup populer di kalangan pasangan, posisi ini dilakukan dengan pria memberikan penetrasi dari belakang.

"Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa doggy style menyebabkan patah (penis) ganda pada 67 pasien (10 persen)," tulis laporan tersebut.



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT