ADVERTISEMENT

Senin, 11 Jul 2022 15:00 WIB

Warga Wuhan Cemas, Temukan Kasus Kolera Saat COVID-19 Belum Usai

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
A man holding his bicycle with a school bag on it gets a throat swab during a mass COVID-19 test at a residential compound in Wuhan in central Chinas Hubei province, Tuesday, Feb. 22, 2022. Wuhan, the first major outbreak of the coronavirus pandemic has reported more than dozen new coronavirus cases this week, prompting the authority to step up precautious measures. (Chinatopix via AP) Wuhan, China. (Foto: Chinatopix via AP)
Jakarta -

Belum selesai dengan COVID-19, Universitas Wuhan di China melaporkan adanya kasus kolera. Temuan ini mendorong pemerintah setempat untuk melakukan pelacakan kontak agar mencegah potensi penyebaran penyakit ini lebih lanjut.

Departemen kesehatan distrik mengatakan telah melakukan pengumpulan sampel, pelacakan kontak, serta menutup beberapa tempat untuk didisinfeksi. Tindakan ini dilakukan setelah adanya beberapa siswa yang terinfeksi kolera.

"Tidak ada kasus (kolera) lebih lanjut yang terdeteksi sejauh ini," kata departemen kesehatan yang dikutip dari Bloomberg, Senin (11/7/2022).

Kolera adalah penyakit mematikan yang menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Penyakit ini menyebabkan diare akut, yang sebenarnya jarang terjadi di China.

Sebelumnya, satu kasus ditemukan pada Maret 2022 dan lima kasus terdeteksi pada 2021 lalu. Tetapi, kemungkinan kemunculannya di Wuhan ini terjadi saat sistem kesehatan China tengah berfokus pada pengawasan COVID-19.

China mengklasifikasikan kolera ini sebagai penyakit 'Kelas A'. Ini merupakan sebutan terkuat untuk penyakit dan hanya dimiliki oleh wabah pes.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebanyakan orang yang terinfeksi kolera ini tidak memiliki gejala atau bergejala ringan, sehingga bisa diobati dengan rehidrasi oral. Ini masih bisa berfungsi meski kolera ini dapat membunuh seseorang dalam beberapa jam jika tidak diobati.



Simak Video "Pasar Huanan Diduga Kuat Jadi Pusat Penyebaran Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT