ADVERTISEMENT

Senin, 11 Jul 2022 17:02 WIB

Duh! Menkes Temukan Pasien COVID Tapi Hasil Lab Tak Ada di PeduliLindungi

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
PeduliLindungi Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendapati laporan, banyak masyarakat yang menolak hasil tes PCR atau antigennya dilaporkan di aplikasi PeduliLindungi.

Seperti yang diketahui, pasien yang hasil PCR atau antigennya positif akan berlabel 'hitam'. Dengan label ini, mereka tidak diperbolehkan masuk ke mall, perkantoran, hotel, ataupun transportasi umum.

"Ini harus didisiplinkan, kalau ada seperti itu (Lab tidak memasukan hasil ke sistem) harus langsung ditegur. Kami menemukan kasus ada pasien yang mengeluh sakit tapi dites di Lab mana tidak dilaporkan, dan tidak ada di PeduliLindungi," tutur Menkes Budi, dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Senin (11/7/2022).

Menanggapi temuan kasus tersebut, Menkes Budi Gunadi menginstruksikan seluruh laboratorium (lab) pemeriksaan tes COVID-19 memasukan hasil tes PCR seluruh pasien ke dalam sistem New All Record (NAR) Kemenkes. Jika melanggar, lab akan diberi sanksi tegas.

Sanksi bisa berupa pembekuan ataupun pencabutan izin operasional.

"Kalau sampai kita menemukan mereka tidak memasukan hasil tes PCR, kami akan dibekukan izinnya. Dan kalau tetap tidak patuh, izin operasionalnya akan kita cabut. Lab wajib memasukkan data semua orang yang di tes PCR," tambah Menkes Budi Gunadi.

Mulai hari ini, Senin (11/7), Kementerian Kesehatan secara ketat akan memonitor lab mana saja yang tidak memasukan hasil tes PCR pasien ke dalam sistem NAR.



Simak Video "Kata Kemenkes RI soal PeduliLindungi Eror Pagi Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT