ADVERTISEMENT

Selasa, 12 Jul 2022 06:00 WIB

Banyak Minum Air Putih, Mempan Nggak Netralisir Kolesterol? Cek Faktanya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Di tengah perayaan Idul Adha, hal yang kerap bikin waswas warga Indonesia adalah melonjaknya kadar kolesterol gegara 'kalap' mengkonsumsi daging kurban sapi dan kambing. Lantas jika sudah terlanjur kalap, bisakah lonjakan kadar kolesterol dalam tubuh dinetralisir dengan banyak minum air putih?

Ahli gizi masyarakat, dr Tan Shot Yen, meluruskan sebenarnya tidak ada antidot untuk asupan kolesterol yang terlanjur kebanyakan. Kadar kolesterol dalam tubuh tidak bisa dimanipulasi dengan konsumsi bahan tertentu, baik obat-obatan herbal maupun air putih.

Ali-alih mengkonsumsi air putih sebagai upaya mengatasi tinggi kolesterol, dr Tan mengingatkan pasien untuk segera mendapatkan penanganan tepat dari dokter.

"Badan manusia tidak bisa dimanipulasi, tidak bisa dipahami dengan cara-cara spekulatif. Kalau memang Anda punya kolesterol tinggi, nomor satu pergi ke dokter," ujarnya dalam program e-Life, detikcom, Jumat (8/7/2022).

"Nggak usah main-main, pergi ke dokter. Ngaku sama dokternya, kasih lihat hasil laboratoriumnya. Kalau disuruh minum obat, ikuti dulu. Jangan menyesal. jadi nggak ada yang namanya air (bisa menetralisasi kolesterol tinggi dalam tubuh)," sambungnya.

Infused Water Bakal Ngefek?

Beberapa orang kerap mengandalkan 'infused water' alias air mineral yang dicampur sari buah dari buah yang dipotong-potong dan dicemplungkan ke dalam air. dr Tan meluruskan, rupanya 'infused water' tidak memicu efek signifikan pada tubuh, termasuk perihal menetralisasi kadar kolesterol.

"Konsepnya begini, infused water pertama kali diperkenalkan di dunia untuk orang-orang yang nggak suka minum air. Karena air itu nggak ada rasanya. Orang-orang biasanya minum coke, apa pun itu, termasuk susu kental manis. Rasanya kalau minum air kok tawar," jelasnya.

"Ini ditemukan oleh beberapa orang yang sebetulnya (berpikir) 'oke bagaimana kalau kita kasih flavour?' Flavour itu sesuatu yang sifatnya tidak merusak, artinya bukan flavour dari sirup atau pemanis buatan, tapi flavour dari buah itu sendiri, flavour dari misalnya daun mint yang kita cederai supaya flavour-nya keluar. Kadang-kadang dicincang, diperas sedikit," sambung dr Tan.

Dengan fungsi infused water tersebut dr Tan menegaskan, adalah 'overclaim' bila infused water disebut efektif memberikan efek signifikan pada tubuh. Alih-alih mengandalkan infuse water, dr Tan lebih menganjurkan konsumsi buah secara langsung.

"Sangat 'overclaim' kalau dikatakan bahwa infused water menjadi sehat. Yang membuat menjadi sehat adalah Anda jadi minum lebih banyak," bebernya.

"Yang lebih penting justru Anda makan buahnya, yang ada dalam botol infused water. Manfaatnya bukan karena benda-benda itu dicelupkan ke dalam air minum, tapi karena Anda makan kebaikan dari buah yang dicelupkan," pungkas dr Tan.

(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT