ADVERTISEMENT

Selasa, 12 Jul 2022 12:07 WIB

Kronologi Pria Meninggal Diduga karena Orgasme Ekstrem saat Bercinta

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Close up of couple hands lie on bed relaxing in bedroom, lovers have intense sex or making love feeling orgasm and satisfaction, boyfriend and girlfriend enjoy foreplay on white sheets in the morning Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Seorang pria di Malawi, Afrika Selatan, dilaporkan meninggal dunia setelah melakukan hubungan seks dengan seorang wanita pekerja seks (PSK). Setelah dilakukan pemeriksaan post-mortem, pria ini diketahui mengalami orgasme ekstrem atau terlalu intens.

Kronologi Kematian Majawa

Pria yang diketahui bernama Charles Majawa ini memesan sebuah kamar untuk berhubungan seks dengan pekerja seks di distrik perdagangan Phalombe, Malawi, pada 18 Agustus 2021.

Namun, setelah berhubungan seks pria berusia 35 tahun itu tidak sadarkan diri. Diduga, pria itu meninggal karena terlalu bergairah.

Jenazah Majawa langsung diperiksa oleh polisi dan tim medis dari Puskesmas Migowi untuk memastikan penyebab kematiannya. Setelah ditelusuri, pembuluh darah di otak Majawa pecah.

"Penyebab kematian karena orgasme berlebihan yang menyebabkan pembuluh darah di otak pecah," tulis laporan postmortem yang dikutip dari The Sun, Senin (11/7/2022).

Polisi mengatakan mereka tidak akan menjatuhkan tuduhan apapun atas kasus kematian Majawa ini. Bahkan wanita pekerja seks yang bersama Majawa saat itu juga tidak bertanggung jawab atas kasus ini.

Benarkah Seks Mematikan?

Sebuah penelitian menunjukkan hubungan seks, setidaknya sekali dalam seminggu, dapat mengurangi separuh dari risiko kematian dini. Para peneliti mengatakan seks yang dilakukan dengan intensitas sedang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Selain itu, seks dapat melepas zat kimia yang membuat tubuh merasa lebih baik, meningkatkan kesehatan mental, hingga meningkatkan 'sel pembunuh alami'. Ini merupakan sel-sel yang bisa menurunkan risiko kanker dan penyakit virus, mencegah infeksi paru-paru, hingga memperbaiki kondisi lainnya seperti asma.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT