ADVERTISEMENT

Jumat, 15 Jul 2022 17:00 WIB

Beda Serangan Vs Henti Jantung yang Diduga Jadi Penyebab Ivana Trump Meninggal

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
MONTE CARLO, MONACO - AUGUST 01:  Ivana Trump and husband Rossano Rubicondi attend the 60th Monte Carlo Red Cross Ball on August 1, 2008 in Monte Carlo, Monaco.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images) Ivana Trump (Foto: Getty Images/Pascal Le Segretain)
Jakarta -

Ivana Trump, istri pertama eks Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggal dunia di usia 73 tahun. Polisi masih mengidentifikasi kemungkinan besar Ivana Trump jatuh dari tangga. Hal ini dikarenakan mereka menemukan kondisi Ivana Trump tewas terbaring di lantai bagian bawah tangga rumahnya, Kamis (14/7/2022).

Otoritas setempat juga meyakini Ivana Trump mengalami henti jantung atau cardiac arrest. Namun, penyebab resmi kematian dirinya bakal ditentukan oleh petugas kesehatan setempat.

"Sebuah sumber mengatakan kepada The Post bahwa kesehatan Ivana Trump telah menurun selama beberapa tahun terakhir, tetapi tidak jelas apakah dia menderita kondisi tertentu," demikian laporan NY Post.

Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Siloam, dr Vito Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, menjelaskan henti jantung adalah kondisi jantung yang tidak memompa secara efektif untuk mengalirkan darah ke pembuluh darah sistem tubuh.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh serangan jantung, infeksi berat, radang berat, atau hal lainnya seperti gangguan irama jantung fatal.

"Henti jantung itu Jantung tidak memompa secara efektif untuk mengalirkan darah ke pembuluh darah sistem tubuh kita," ucapnya saat dihubungi oleh detikcom, Jumat (15/7/2022).

Sedangkan serangan jantung merupakan kondisi terjadinya sumbatan dalam pembuluh darah koroner yang seharusnya memberi makan kepada otot jantung.

dr Vito juga menjelaskan, henti jantung dan serangan jantung sama-sama berisiko menyebabkan kematian. Meski begitu, dua kondisi ini berbeda dan tak sama. Orang yang mengalami serangan jantung kemungkinan bisa mengalami henti jantung setelahnya. Sedangkan henti jantung, belum tentu disebabkan oleh serangan jantung.

"Serangan jantung dan henti jantung adalah hal yang berbeda. Serangan jantung adalah keadaan di mana terjadinya sumbatan dalam pembuluh darah koroner, yang seharusnya memberi makan kepada otot jantung," tuturnya dalam kanal YouTube pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.

"Dua-duanya memberikan kematian, artinya orang yang mengalami serangan jantung menghadapi henti jantung setelahnya itu mengakibatkan kematian. Namun, orang yang menghadapi henti jantung belum tentu disebabkan oleh serangan jantung," sambungnya lagi.



Simak Video "Mengenal Henti Jantung yang Dialami Eks PM Jepang Shinzo Abe"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT