ADVERTISEMENT

Minggu, 17 Jul 2022 15:04 WIB

Studi Terbaru Bawa Kabar 'Nggak Enak' Buat Pria Suka Gowes, Begini Temuannya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Ilustrasi bersepeda di pantai saat senja. Studi terbaru bawa kabar 'nggak enak' buat pria suka gowes, begini temuannya. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Ilmuwan menyatakan dalam studi terbaru pesepeda pria penting untuk mempertimbangkan berdiri di atas sadel sepeda setiap sepuluh menit untuk menghindari masalah disfungsi ereksi.

Tinjauan Studi oleh Wroclaw Medical University di Polandia, yang diterbitkan dalam jurnal Sports Medicine, mencatat penyebab umum mati rasa pada alat kelamin pengendara sepeda pria bisa diakibatkan teknik berkendara yang buruk dan jenis sepeda yang salah.

Para peneliti memperingatkan penting bagi pria menghindari peluang merusak alat kelamin mereka di sadel, karena mungkin ada hubungan antara mati rasa di daerah penis akibat bersepeda dan disfungsi ereksi.

"Banyak pria berjuang dengan ketidaknyamanan saat mengendarai sepeda dan ada kekhawatiran ini dapat menyebabkan masalah seksual," ujar Kamil Litwinowicz, penulis utama studi ini, dikutip dari Daily Mail, Minggu (17/7/2022).

Sadel sepeda dapat memberi tekanan pada saraf dan memperlambat aliran darah untuk sementara, menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada alat kelamin dan menyebabkan peluang disfungsi ereksi.

Namun, para peneliti studi ini menyarankan bagi pesepeda pria untuk terus bersepeda dengan catatan mengganti jenis sadel tipe 'no nose' dan mengayuh sambil berdiri setiap 10 menit sekali.

"Kami tidak ingin pria berhenti bersepeda, tetapi mempertimbangkan hal-hal seperti berdiri di atas sadel atau menggunakan jenis sadel yang berbeda," sambungnya.

Sementara itu, konsultan andrologi-urologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr Widi Atmoko SpU(K), menyebut secara penelitian hubungan antara bersepeda dengan disfungsi ereksi masih kontroversial. Namun, apabila seseorang terlalu lama bersepeda, misalnya lebih dari 3 sampai 4 jam kemungkinan bisa meningkatkan faktor risiko terjadinya gangguan ereksi.

"Kalau gowes secara penelitian masih kontroversial, tapi yang kesimpulan mungkin secara general bisa kita katakan pada yang suka hobi gowes, satu durasi lama saat gowes. Semakin lama durasi,misalnya lebih dari 3 jam - 4 jam itu meningkatkan faktor risiko terjadinya gangguan ereksi. Kenapa nanti di daerah bawah skrotum itu banyak sekali pembuluh darah dan juga saraf yang mengalir ke daerah penis," ucapnya saat webinar virtual beberapa waktu lalu.

"Kedua nanti juga kaitannya faktor-faktor misalnya posisi sadelnya bagaimana, ketinggian sadelnya bagaimana, tipe sadelnya bagaimana. Jadi, ujung-ujungnya nanti diperlukan juga namanya bike fitting ya," pungkasnya.



Simak Video "KuTips: Tips Bersepeda di Jalan Raya yang Perlu Kamu Tahu! "
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT