ADVERTISEMENT

Senin, 18 Jul 2022 09:18 WIB

Eka Hospital Lakukan Edukasi Penyakit Aritmia di Surabaya

Sponsored - detikHealth
Eka Hospital Foto: Eka Hospital
Jakarta -

Dalam upaya mengedukasi penyakit aritmia, Eka Hospital mengadakan seminar yang berlangsung selama dua hari di Shangri-La Hotel Surabaya pada Jumat (15/7) dan Sabtu (16/7). Pada acara tersebut, dr. Ignatius Yansen dari Eka Hospital berkolaborasi dengan dr. Gunawan Yoga dari National Hospital Surabaya.

Acara health talk tersebut mengedukasi masyarakat umum dengan tema mengenal aritmia, penyebab henti jantung. Seperti yang kita tahu bahwa aritmia merupakan penyakit gangguan irama jantung yang dapat diderita semua golongan umur juga tak mengacu pada gender tertentu. Menurut survey, 2,6 juta penduduk mengalami aritmia dan 2,2 juta penduduk menderita aritmia jenis atrial fibrilasi, 40% dari jumlah ini berisiko mengalami stroke apabila tidak segera mendapat penanganan medis. Aritmia merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu dianggap serius, karena diperkirakan 87% pasien yang meninggal mendadak disebabkan oleh aritmia.

Sementara itu pada seminar medis Chairman of MY Cardia Eka Hospital Group dr. Muhammad Yamin yang ikut bergabung dan memberikan pemaparan bagi para dokter jantung juga umum di Surabaya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang bagaimana penanganan aritmia mulai dari pemilihan pengobatan hingga peralatan terapi seperti kateter ablasi dibahas secara mendalam dan detail. Antusiasme peserta terlihat ketika para dokter melakukan sesi tanya jawab dengan sangat interaktif.

Eka HospitalFoto: Eka Hospital

dr. Yamin menjelaskan alasan memilih lokasi Surabaya dikarenakan masih kurangnya tenaga medis yang mendalami penyakit aritmia. "Sekarang ini ada sekitar 42 tenaga ahli aritmia di seluruh Indonesia, ini menandakan bahwa masih sangat kurang bila melihat jumlah penduduk di Indonesia. Eka Hospital memiliki 5 dokter ahli aritmia, saya berharap dengan adanya seminar medis ini dapat mencetak dan menumbuhkan tenaga ahli aritmia lainnya," ungkap mantan dokter kepresidenan yang hingga saat ini masih terus aktif dilibatkan.

Eka Hospital sebagai salah satu rumah sakit wisata rujukan dalam penanganan masalah aritmia terus berupaya mengedukasi pasien dalam masalah ini.

"Banyak pasien saya yang tidak mengerti gejala penyakit aritmia yang dialami, hingga akhirnya terlambat terdeteksi dan ditangani. Ini memacu saya terus melakukan edukasi dengan berbagai cara, perlu diingat masalah jantung begitu banyak salah satunya gangguan irama jantung yang memiliki risiko berbahaya," ungkap dr. Yansen.

Eka HospitalFoto: Eka Hospital

Acara yang dihadiri oleh masyarakat awam maupun medis serta asuransi, perusahaan, Perki, IDI Surabaya, dan Pusat juga National Hospital ini bertujuan membuat para peserta mengerti serta lebih waspada mengenai penyakit aritmia, bagaimana penanganannya hingga penanganan terkini aritmia jenis atrial fibrilasi mulai dari teknik konvensional, 3D mapping hingga teknologi terbaru cryoablasi atau ablasi beku yang membuat tindakan lebih efektif, dan cepat membantu pasien juga dokter dalam menangani aritmia.

Selain itu pemasangan alat pacu jantung merupakan tindakan yang dapat dilakukan untuk kasus aritmia jantung. Tim dokter jantung Eka Hospital telah menciptakan prestasi atas keberhasilan memasang alat pacu jantung terkecil di dunia bernama Micra, hal ini merupakan terobosan baru di dunia kedokteran terutama di Indonesia.

(Content Promotion/Eka Hospital)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT