ADVERTISEMENT

Senin, 18 Jul 2022 13:05 WIB

Testing COVID-19 RI Kok Mentok Terus di 80 Ribu? Ternyata Ini Sebabnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Total jumlah pasien yang terkonfirmasi positif akibat virus corona pada hari ini menjadi 4.667.554 orang. DKI Jakarta jadi penyumbang kasus terbanyak. Jumlah tes COVID-19 terus menurun, apa pemicunya? (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Meski kasus COVID-19 kembali meningkat, jumlah testing di Indonesia relatif jauh menurun jika dibandingkan 2021 hingga awal tahun 2022. Selama lebih dari sebulan terakhir, jumlah testing atau spesimen yang diperiksa, konsisten di bawah 100 ribu.

Hal ini juga menjadi sorotan mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama. Ia membandingkan jumlah tes COVID-19 dengan Inggris yang kini bisa mencatat lebih dari 100 ribu kasus COVID-19 per hari.

Mengutip data pemerintah Inggris, Prof Tjandra menyebut tes COVID-19 mingguan bisa mencapai 1,5 juta atau lebih dari 200 ribu per hari. "Sementara kita tahu di Indonesia jumlah tes masih kurang dari 100 ribu orang per harinya," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Sabtu (16/7/2022).

"Padahal penduduk Indonesia mungkin tiga atau empat kali lebih banyak dari Inggris. Artinya kalau ingin mengetahui bagaimana situasi COVID-19 sebenarnya di lapangan, jumlah tes harian kita harus dinaikkan beberapa kali lipat lagi," pesan dia.

Dihubungi terpisah, Brigjen TNI (Purn) Alexander K Ginting, Kasubbid Dukkes Satgas COVID-19 merinci beberapa faktor yang ditengarai menjadi penyebab testing COVID-19 terus menurun. Salah satu yang disinggung adalah masyarakat yang enggan tercatat sebagai status 'hitam' di PeduliLindungi.

"Masyarakat khawatir mobilitas terganggu karena hasil tes masuk PeduliLindungi," terang dia saat dihubungi Senin (18/7).

Adapula kelompok masyarakat yang disebutnya merasa 'kebal' COVID-19 lantaran sudah mendapatkan imunitas dari vaksinasi lengkap atau dua dosis.

Tracing menurun

Di sisi lain, tracing kontak erat juga menurun. Alex mengakui jumlah tracing juga berkurang sejak tim Satgas COVID-19 dan Babinsa hingga Bhabinkamtibmas tidak ikut terlibat dalam proses penelusuran kontak erat.

"Karena tim pelacakan kontak, tim surveilans di desa kelurahan atau kabupaten/kota tidak segencar tahun 2021 saat ada keterlibatan Babinsa dan Babinkamtibmas, juga Satgas COVID-19 secara langsung," katanya.

"Keterlibatan Babinsa atau Bhabinkamtibmas dan tim tracing Satgas COVID-19 sudah dikembalikan ke Dinas Kesehatan setempat," ujar dia.



Simak Video "Terbaru! Ada Rapid Test Pendeteksi Covid-19 dan Flu Sekaligus"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT