ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Jul 2022 11:46 WIB

Ditolak MK, Legalisasi Ganja Medis Butuh Kajian Kemenkes

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Thailand resmi hapus ganja dari daftar obat-obatan terlarang. Thailand juga jadi negara pertama di Asia Tenggara yang legalkan ganja untuk medis dan penelitian. Foto: Getty Images/Lauren DeCicca
Jakarta -

Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi UU Narkotika untuk terapi medis atau kesehatan. Salah satu pemohon diketahui merupakan Santi, ibu dari anak pengidap cerebral palsy yang beberapa waktu lalu melakukan aksi di Car Free Day Jakarta, memohon pelegalan ganja medis di Indonesia demi terapi sang anak.

"Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya," jelas ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dalam sidang di Gedung MK yang disiarkan live dari chanel YouTube MK, Rabu (20/7/2022).

Adapun putusan tersebut mempertimbangkan dasar hukum ganja di Narkotika Golongan I yang dengan risiko ketergantungan sangat tinggi. Mengacu pada pasal 6 ayat 1 huruf a UU 35/2009, narkotika golongan I hanya bisa digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi.

"Narkotika golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan," jelas Suhartoyo, Hakim MK membacakan pertimbangan.

Karenanya, MK berpendirian agar segera dilakukan penelitian terhadap jenis narkotika golongan I untuk manfaat pelayanan kesehatan atau terapi.

"Di mana terapi merupakan bagian dari kesehatan, maka penegasan Mahkamah tersebut berkaitan dengan agar segera dilakukannya pengkajian dan penelitian terhadap jenis narkotika golongan I yang dimungkinkan dipergunakan untuk pelayanan kesehatan dan terapi," lanjut dia.

Penelitian disebutnya bisa dilakukan pemerintah atau swasta dengan syarat mendapatkan izin dari Menteri Kesehatan RI untuk menggunakan ganja medis sebagai penelitian, sebagaimana yang diatur pasal 13 ayat 1 UU 35/2009.



Simak Video "Penggunaan Ganja Medis Juga Punya Risiko, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT