ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Jul 2022 17:37 WIB

RI Catat 5.653 Kasus Baru Hari Ini, Begini Riwayat COVID-19 RI Sepekan Terakhir

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus COVID-19 di Tanah Air terus menunjukkan peningkatan yang diyakini terkait subvarian BA.4 dan BA.5 DKI Jakarta jadi daerah yang menyumbang kasus terbanyak. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia mencatat 5.653 kasus baru COVID-19 hari ini, Rabu (20/7/2022). Angka tersebut dibarengi 2.331 pasien sembuh dan 10 meninggal dunia akibat COVID-19.

Tercatat juga sebanyak 118.906 spesimen diperiksa hari ini, dengan jumlah suspek sebanyak 6.536. Jumlah kasus aktif kini ada sebanyak 34.301.

Kemarin, Indonesia mencatat sebanyak 5.085 kasus baru COVID-19. Namun epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, meyakini jumlah kasus COVID-19 sebenarnya bisa mencapai 50-100 ribu per hari, khususnya di tengah gelombang Omicron BA.4 dan BA5 kini. Ditambah, Kementerian Kesehatan RI juga melaporkan temuan kasus subvarian Omicron BA.2.75 pada Senin (28/7).

"Bicara jumlah kasus sebetulnya ini meskipun kita menemui 50 ribu, bahkan 100 ribu, sebetulnya sesuatu yang tidak aneh dengan BA.5," beber Dicky dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (19/7).

"Apalagi ada BA.2.75 lebih merebak lagi, karena memang kecepatan dia, kemampuan dia menginfeksi dan reinfeksi jauh dari subvarian atau varian sebelumnya," imbuhnya.

Berikut riwayat kasus harian COVID-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir:

  • Rabu (20/7): bertambah 5.653 kasus dari 118.906 spesimen yang diperiksa
  • Selasa (19/7): bertambah 5.085 kasus dari 127.933 spesimen yang diperiksa
  • Senin (18/7): bertambah 3.393 kasus dari 105.165 spesimen yang diperiksa
  • Minggu (17/7): bertambah 3.540 kasus dari 80.354 spesimen yang diperiksa
  • Sabtu (16/7): bertambah 4.329 kasus dari 84.796 spesimen yang diperiksa
  • Jumat (15/7): bertambah 3.331 kasus dari 83.417 spesimen yang diperiksa
  • Kamis (14/7): bertambah 3.584 kasus dari 86.512 spesimen yang diperiksa


Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT