Apa Itu Etilen Oksida? Penyebab BPOM Tarik Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran

ADVERTISEMENT

Apa Itu Etilen Oksida? Penyebab BPOM Tarik Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Rabu, 20 Jul 2022 15:33 WIB
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menarik produk es krim rasa vanila merek Haagen-Dazs dari pasaran karena mengandung Etilen Oksida (EtO). Penarikan ini lantaran kandungan EtO pada produk tersebut, melebihi batas yang diizinkan oleh Uni Eropa.

Adapun produk yang ditarik adalah es krim vanila kemasan pint 473 ml dan mini cup 100 ml, serta kemasan bulk can 9.46 liter yang diimpor dari Prancis.

Lantas, apa sebenarnya Etilen Oksida (EtO) itu? Dan seperti apa efeknya jika mengonsumsi zat kimia tersebut?

Dikutip dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, etilen oksida merupakan jenis gas tidak berwarna yang mudah terbakar dan berbau manis.

Umumnya, EtO digunakan untuk pembuatan etilen glikol (antibeku), tekstil, deterjen, pelarut, atau produk lainnya.

Selain itu, etilen oksida dengan jumlah relatif kecil biasa digunakan sebagai fumigan, untuk sterilisasi makanan dan kosmetik. Sementara di rumah sakit, EtO digunakan untuk sterilisasi peralatan bedah dan peralatan plastik.

Lalu apa efeknya jika etilen oksida dengan kadar berlebih masuk ke tubuh?

Dikutip dari situs resmi CDC Amerika Serikat, efek samping dari etilen oksida antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Kesulitan bernapas
  • Mengantuk
  • Lemah otot dan kelelahan
  • Mata dan kulit terasa seperti terbakar.

Disebutkan bahwa EtO bersifat karsinogenik bagi manusia melalui paparan inhalasi. Paparan etilen oksida yang berlebih juga meningkatkan risiko terkena limfoma, leukimia, kanker perut dan payudara.

(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT