ADVERTISEMENT

Kamis, 21 Jul 2022 07:21 WIB

Round Up

Fakta Terbaru Ganja Medis, Alasan Ditolak MK hingga Nasib Anak Cerebral Palsy

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Thailand resmi hapus ganja dari daftar obat-obatan terlarang. Thailand juga jadi negara pertama di Asia Tenggara yang legalkan ganja untuk medis dan penelitian. Foto: Getty Images/Lauren DeCicca
Jakarta -

Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi UU Narkotika tentang terapi ganja medis untuk kesehatan. Hal ini menyusul aspirasi Ibu Santi Warastuti beberapa waktu lalu di Car Free Day (CFD) Jakarta. Ia memohon pelegalan ganja medis di Indonesia demi terapi sang anak yang mengidap penyakit Cerebral Palsy.

"Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya," jelas ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dalam sidang di Gedung MK yang disiarkan live dari chanel YouTube MK, Rabu (20/7/2022).

Alasan MK Tolak Legalisasi Ganja Medis

Adapun putusan tersebut mempertimbangkan dasar hukum ganja di Narkotika Golongan I yang dengan risiko ketergantungan sangat tinggi. Mengacu pada pasal 6 ayat 1 huruf a UU 35/2009, narkotika golongan I hanya bisa digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi.

"Berkaitan dengan pemanfaatan jenis Narkotika Golongan I untuk pelayanan kesehatan dan atau terapi, sebagaimana yang dimohonkan oleh para Pemohon, hal tersebut sama halnya dengan keinginan untuk mengubah pemanfaatan jenis Narkotika Golongan I yang secara imperatif hanya diperbolehkan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan," beber Hakim MK Suhartoyo.

Belum Ada Pengkajian Lebih Lanjut

Sampai saat ini belum ada pengkajian dan penelitian komprehensif terkait penggunaan Narkotika Golongan I untuk terapi kesehatan. Oleh karenanya, permohonan legalisasi ganja medis ini sulit dipertimbangkan.

"Oleh karena itu berdasarkan fakta-fakta hukum yang diperoleh dalam persidangan, telah ternyata keinginan para Pemohon untuk diperbolehkannya jenis Narkotika Golongan I untuk pelayan kesehatan dan atau terapi belum terdapat bukti telah dilakukan pengkajian dan penelitian bersifat komprehensif dan mendalam secara ilmiah," papar Suhartoyo lebih lanjut.

"Dengan belum adanya bukti ihwal pengkajian dan penelitian secara komprehensif tersebut, maka keinginan para Pemohon sulit dipertimbangkan dan dibenarkan oleh Mahkamah untuk diterima alasan rasionalitasnya, baik secara medis, filosofis, sosiologis, maupun yuridis," ujar Suhartoyo.

Akan Dilakukan Penelitian Segera

MK berpendirian agar segera dilakukan penelitian terhadap jenis narkotika golongan I untuk manfaat pelayanan kesehatan atau terapi.

Penelitian disebutnya bisa dilakukan pemerintah atau swasta dengan syarat mendapatkan izin dari Menteri Kesehatan RI untuk menggunakan ganja medis sebagai penelitian, sebagaimana yang diatur pasal 13 ayat 1 UU 35/2009.

"Di mana terapi merupakan bagian dari kesehatan, maka penegasan Mahkamah tersebut berkaitan dengan agar segera dilakukannya pengkajian dan penelitian terhadap jenis narkotika golongan I yang dimungkinkan dipergunakan untuk pelayanan kesehatan dan terapi," jelas Suhartoyo.

Negara yang Melegalkan Ganja Medis

Sejumlah negara, seperti Argentina, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Yunani, Israel, Italia, Belanda, hingga Thailand, sudah melegalkan ganja medis untuk pengobatan. Meski begitu, MK menekankan hal ini tak bisa menjadi landasan ganja medis ikut dilegalkan di Tanah Air.

NEXT: Rencana Kemenkes dan nasib anak cerebral palsy

Simak Video 'Alasan Terkuat MK Tolak Legalisasi Ganja Medis':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT