ADVERTISEMENT

Kamis, 21 Jul 2022 09:32 WIB

Pernah Viral Dukung Ganja Medis di CFD, Ibu Ini Sesalkan Putusan MK

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Viral aksi seorang ibu di CFD memperjuangkan legalnya ganja medis karena anak idap lumpuh otak. Foto: @andienaisyah (atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Santi, ibu dari anak pengidap cerebral palsy yang tempo lalu viral melakukan aksi di Car Free Day (CFD) Jakarta, mengaku kecewa dengan putusan Mahkamah Konstitusi. Seperti diketahui, MK menolak permohonan uji materi UU Narkotika untuk terapi medis atau kesehatan.

"Sedikit kecewa tapi memang sudah menduga memang akan seperti itu jawaban MK," kata dia kepada detikcom Kamis (21/7/2022).

Meski begitu, menurutnya, masih ada secercah harapan untuk melegalkan ganja medis di Indonesia demi pengobatan sang anak yakni dorongan penelitian dengan persetujuan Menteri Kesehatan RI hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI).

Dalam putusan MK Rabu (20/7/2022), pemerintah didorong untuk segera melakukan kajian ganja untuk medis demi melihat manfaat lebih lanjut ganja medis untuk keselamatan pasien, hingga nantinya memungkinkan dipakai untuk terapi.

"Tapi alhamdulillah MK mendorong untuk penelitian ganja medis. Jadi harapannya riset segera dilakukan dan lembaga yang berwenang mengawasi dan memberikan hasil secepatnya," tutur dia.

"Kami bukan orang yang mudah menyerah," sambung Santi.

Dwi Pertiwi, ibu dari almarhum Musa yakni anak pemohon uji materi larangan ganja untuk medis, yang meninggal di usia 16 tahun Desember 2020 lalu, melihat perjuangan pelegalan masih relatif panjang.

"Para hakim yang terhormat di MK juga terlalu takut untuk memutuskan sehingga mereka melempar kasus ini kepada pemerintah dan DPR," tuturnya, usai MK menolak legalisasi ganja medis, Rabu (20/7).

Simak Video 'Alasan Terkuat MK Tolak Legalisasi Ganja Medis':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT