ADVERTISEMENT

Kamis, 21 Jul 2022 10:30 WIB

Efek Etilen Oksida pada Tubuh, 'Biang Kerok' Haagen Dazs Ditarik BPOM

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Produk es krim Haagen Dazs rasa vanilla ditarik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) dari pasaran usai ditemukan kandungan etilen oksida (EtO) dengan kadar melebihi batas yang diizinkan European Union (EU). Temuan tersebut mulanya diidentifikasi dalam produk es krim produksi Prancis yang juga tersebar di Indonesia.

Dua produk yang ditarik yakni es krim vanilla Haagen Dazs kemasan pint dan mini cup 100 ml dan 473 ml, juga bulkcan 9,36 l. Dikutip dari Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), etilen oksida merupakan gas yang mudah terbakar dengan bau agak manis.

Etilen oksida biasanya digunakan sebagai fumigan untuk makanan dan tekstil. Sementara dalam jumlah besar, etilen oksida juga digunakan untuk mensterilkan peralatan di RS seperti alat bedah.

Menurut Federal Institute for Risk Assessment (BfR), etilen oksida juga dipakai dalam pembuatan etilen glikor (antibeku), tekstil, deterjen, busa poliuretan, pelarut, obat-obatan, perekat, dan produk lainnya.

Bagaimana efeknya pada tubuh?

Efek dari etilen oksida pada tubuh bisa meliputi:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kesulitan bernapas
  • Mengantuk
  • Kelemahan
  • Kelelahan
  • Mata dan kulit terbakar
  • Menggigil.

Dampak buruk tergantung pada seberapa tinggi paparan EtO. Paparan etilen oksida dalam beberapa kasus juga bisa memicu kondisi berat seperti limfoma, leukimia, kanker perut hingga payudara.

(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT