ADVERTISEMENT

Minggu, 24 Jul 2022 06:14 WIB

Ahli Ingatkan Risiko COVID-19 pada Pria soal Ereksi, Ini yang Dikhawatirkan

Alethea Pricila - detikHealth
ilustrasi ereksi Foto: iStock
Jakarta -

COVID-19 memberikan dampak yang besar bagi kehidupan manusia terutama di sektor kesehatan. Salah satunya adalah kesehatan seksual.

Dengan adanya pandemi, kesehatan seksual khususnya yang dialami pria dapat terganggu. Hal ini terjadi karena adanya penelitian yang menunjukkan terjadinya disfungsi ereksi selama pandemi.

Disfungsi ereksi ini terjadi karena adanya infeksi virus. Dikutip dari UF Health, virus dapat mengikat reseptor yang berada di sekitar penis dan testis sehingga mengurangi jumlah testosteron yang diproduksi. Hilangnya testosteron inilah yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.

Hal serupa juga disebutkan oleh dr Hardiman B Purba, SpKFR (K), Konsultan Neuromuskuler dan Rehabilitasi Seksual. Ia menyebutkan bahwa adanya potensi bagi pengidap COVID-19 mengalami disfungsi ereksi dan membuat angka disfungsi ereksi meningkat selama pandemi.

"Ada riset yang menyatakan, pengidap COVID-19 (pria) berpotensi mengalami disfungsi ereksi. Jadi akan memungkinkan angka disfungsi ereksi ini semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu adanya pelayanan kesehatan," ucapnya, melalu talkshow kami rawat, Jumat (22/7/2022).

Jadi, apa penyebab hal ini terjadi? Dikutip dari WebMD, terdapat tiga hal yang memicu terjadinya disfungsi ereksi:

1. Masalah kardiovaskular

Disfungsi ereksi ini bisa menjadi tanda awal dari penyakit jantung. Penelitian menunjukkan COVID-19 bisa memengaruhi kesehatan jantung. Oleh karena itu terjadi peradangan di berbagai bagian tubuh.

Saat dinding pembuluh darah kaku, aliran darah sulit untuk mengembang. Hal ini dapat memengaruhi bagaimana darah dipompa dan dibawa ke seluruh tubuh, termasuk jaringan di penis. Suplai darah tersebut akan terganggu dan membuat sulit untuk mendapatkan ereksi.

2. Kesehatan mental

COVID-19 menyebabkan kondisi mental yang terganggu karena stres, cemas, dan depresi. Kondisi ini akan memengaruhi kesehatan seksual salah satunya disfungsi ereksi.

3. Kesehatan yang memburuk

Para akhir mengatakan disfungsi ereksi ini merupakan gejala dari kondisi lain, salah satunya sudah dijelaskan di poin 1. Jika kesehatan dalam kondisi buruk akan memungkinkan terjadi gejala COVID-19 yang parah seperti disfungsi ereksi.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT