COVID-19 Masih Ngegas, Berapa Dosis Vitamin C yang Diperlukan Tubuh?

ADVERTISEMENT

COVID-19 Masih Ngegas, Berapa Dosis Vitamin C yang Diperlukan Tubuh?

Indi Mutiara Saniyah - detikHealth
Selasa, 26 Jul 2022 06:30 WIB
vitamin C
Dosis Vitamin C (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Saat ini, jumlah kasus pasien pengidap COVID-19 terus bertambah. Salah satu upaya meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan asupan vitamin C. Berapa banyak dosis vitamin C yang dapat dikonsumsi selama pandemi?

Vitamin C adalah antioksidan yang dapat melawan kerusakan oksidatif. Saat sistem kekebalan diaktifkan untuk membunuh patogen berarti juga dapat menyebabkan kerusakan oksidatif.

Dikutip dari Medical News Today, beberapa dokter percaya bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Ini menunjukkan vitamin C dapat melawan kerusakan yang disebabkan oleh penyakit.

Beberapa studi menyarankan untuk mengonsumsi vitamin C agar membantu mengobati peradangan dan gejala karena COVID-19. Ini berfungsi sebagai antioksidan dan membantu melawan peradangan yang dapat merusak paru-paru dan organ lainnya.

Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga (ISNA) dr Rita Ramayulis, DCN, MKes, menjelaskan bahwa umumnya kebutuhan vitamin C yang diperlukan pada wanita dan pria berbeda. Untuk wanita sebesar 75 mg dan pria 90 mg per hari.

"Mengonsumsi 500 hingga 1.000 mg bitamin C saat pandemi diperbolehkan. Hal ini bertujuan untuk menambah perlindungan tubuh saat pandemi," jelasnya, dalam sebuah webinar, Rabu (28/7/2021).

Namun, ternyata mengonsumsi vitamin C pada individu yang sehat dan yang terpapar COVID-19 memiliki dosis yang berbeda. Lagi-lagi, harus dilihat dari gejala individu yang terpapar masuk dalam kategori ringan atau berat.

"Saat individu terpapar COVID-19, maka harus mengonsumsi vitamin C lebih dari 1.000 mg dengan catatan harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Selain itu, dosis 2.000, 5.000, bahkan 10.000 mg dapat diberikan melalui infus karena penanganannya lebih khusus," tambahnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT