Kondisi Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dilaporkan terus membaik secara signifikan setelah dinyatakan positif COVID-19. Dengan dugaan infeksi subvarian Omicron BA.5, gejala yang paling dominan dialami Biden yakni sakit tenggorokan.
Hal tersebut disampaikan oleh dokter kepresidenan dr Kevin O'Connor dalam surat laporannya pada MInggu (24/7/2022). Ia menduga, gejala utama sakit tenggorokan tersebut berkaitan dengan aktivasi limfoid saat tubuh membersihkan virus.
Di samping sakit tenggorokan, gejala lain yang dialami Biden juga berupa pilek atau hidung berair dan nyeri tubuh. Namun gejala nyeri tubuh sudah berkurang jauh. Sedangkan kondisi denyut nadi, tekanan darah, suhu, dan laju pernapasan seluruhnya berjalan normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator respons COVID-19 Gedung Putih, dr Ashish Jha, melaporkan hal senada. Menurutnya, sang presiden mengalami 'hari yang baik' meski masih dalam kondisi positif COVID-19.
"Saya memeriksa basis dengan timnya tadi malam. Saat itulah saya mendapat pembaruan terakhir saya. Dia menjalani hari yang baik, bekerja sedikit, sedikit istirahat, menjalani saran dari kami untuk beristirahat. Tadi malam, dia merasa baik-baik saja," katanya, dikutip dari CNN, Selasa (26/7/2022).
Menurut Jha, kabar Biden positif COVID-19 akan menjadi sorotan besar di Amerika Serikat, khususnya pada orang-orang yang sudah menerima vaksin dosis lengkap. Ia mengaku, bakal transparan kepada warga AS jika Biden mengalami COVID-19 berkepanjangan (Long COVID). Meskipun menurutnya, kecil kemungkinan Biden akan mengalaminya.
"Jika Biden mengalami gejala yang berkepanjangan, jelas, jika ada di antara mereka yang mengganggu kemampuannya untuk menjalankan tugasnya, kami akan mengungkapkannya lebih awal dan sering kepada orang-orang Amerika," pungkas Jha.
Simak Video 'Terpapar Covid-19, Kondisi Joe Biden Membaik dan Ingin Kembali Bekerja':











































