Heboh Korban Miras Oplosan 'Hidup Lagi', Dokter Ungkap Kemungkinannya

ADVERTISEMENT

Heboh Korban Miras Oplosan 'Hidup Lagi', Dokter Ungkap Kemungkinannya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 26 Jul 2022 15:30 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Baru-baru ini heboh soal korban miras oplosan berinisial RH di Surabaya yang disebut 'hidup' kembali. Korban sempat disebut hidup saat jenazahnya hendak dimandikan. Hal tersebut dikarenakan denyut nadi di tangan korban masih terasa.

Lantaran hal tersebut, salah satu warga setempat meminta keluarga RH memanggil dokter untuk mengetahui kondisi korban. Setelah diperiksa, dokter tersebut menyuruh agar menunggu hingga 2 jam.

Selama 2 jam menunggu, akhirnya denyut nadi RH tak terasa. Dia akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.00 WIB. "Korban meninggal pukul 10 malam, selisih 5 jam dari kabar kematian yang diumumkan," kata salah satu warga sekitar, Adit, dikutip dari detikJatim, Senin (25/7/2022).

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Siloam, dr Vito Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, mengungkapkan memang ada kemungkinan korban belum meninggal. Karenanya ia menyarankan untuk selalu memeriksa denyut nadi ketika seseorang tidak sadarkan diri.

"Ketika terjadi orang tidak sadar atau jatuh pingsan kita seharusnya periksa denyut jantung atau pembuluh darah di leher. Memang tidak semua orang bisa, apalagi orang awam. Kalau seseorang dipanggil tidak response kemungkinan dia mengalami henti jantung," ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (26/7/2022).

Jika dicurigai seseorang mengalami henti jantung, maka penanganan yang harus segera dilakukan adalah resusitasi jantung atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Apabila resusitasi jantung atau CPR dilakukan dengan benar, ini bisa meningkatkan survival hingga 40 persen atau kemungkinan seseorang dapat sadar kembali.

Meski begitu, dr Vito menegaskan peluang keberhasilan juga tergantung dari penyebabnya. Jika penyebabnya adalah serangan jantung yang berat, kemungkinan resusitasi tidak bisa dilakukan.

"Tentunya dengan catatan tergantung juga ya penyebab henti jantungnya apa, kalau karena serangan jantung berat mungkin juga tidak bisa," imbuh dr Vito.

NEXT: Efek miras oplosan ke jantung dan denyut nadi.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT