ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 05:00 WIB

Wanti-wanti Menkes Kalau Ada Pandemi Lagi Setelah COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Indi Mutiara Saniyah/detikHealth)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan persiapan jika suatu hari pandemi layaknya COVID-19 datang lagi. Menurutnya, belajar dari pengalaman pandemi COVID-19 kini, kendala Indonesia adalah masih bergantung pada pasokan obat-obatan dari negara lain.

"Jangan sampai kalau ada pandemi kita kayak begini lagi. Jadi program utamanya ada dua, pertama adalah semua obat-obat dan alat kesehatan esensial minimal 50-60 persen diproduksi dalam negeri hulu ke hilir," ujarnya dalam siaran langsung Peluncuran Indonesia Health Services (IHS) SATUSEHAT, Selasa (26/7/2022).

"Bukannya masalah nasionalisme atau ekonomi, nggak. Tapi pengalaman kita kemarin. Kalau kita masih impor, di-lockdown, mati kita. Masker nggak ada, antivirus nggak ada, obat-obatan dasar nggak ada. Dengan 270 juta rakyat, its too big of the risk kalau kita nggak membangun dari hulu ke hilir industri esensial," sambung Menkes.

Lebih lanjut menurutnya, produksi obat-obatan dan alat kesehatan tak wajib berada di bawah kepemilikan orang Indonesia. Menurutnya, tidak masalah jika pabrik tersebut dimiliki perusahaan asal negara lain. Yang penting, ada pabrik yang berlokasi di Indonesia sehingga jika kelak pandemi datang lagi, Indonesia punya sistem pertahanan.

"Ini kita akan paksa. Harus dimiliki Indonesia, nggak usah. Kalau orang asing mau investasi 100 persen nggak ada masalah. Tapi bikin pabriknya di Indonesia," beber Menkes.

"Pabrik-pabrik India farmasi yang murah-murah bikin di sini. Saya buka semua aturannya, tapi bikin di sini. Sehingga kalau ada apa-apa, kita punya system resilience," pungkasnya.

Simak Video 'Budi Gunadi Sebut Cacar Monyet Tak Masuk Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT