ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 06:21 WIB

Round Up

Fakta Mengejutkan di Balik Penyakit Paling Bikin Tekor BPJS Kesehatan

Indi Mutiara Saniyah - detikHealth
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut penyakit jantung sebagai penyakit paling mematikan sekaligus paling banyak ditanggung BPJS Kesehatan. Mirisnya, fasilitas penanganan sakit jantung masih terbatas.

"Penyakit yang paling banyak menyebabkan kehilangan nyawa dan paling banyak tagihan di BPJS itu adalah penyakit jantung, heart disease," kata Menkes dalam peluncuran Indonesia Health Services (IHS) dengan nama baru SATUSEHAT, Selasa (26/7/2022).

Meski penyakit jantung paling mematikan dan paling mahal biaya penanganannya, fasilitas penunjang ternyata masih terbatas. Dari 37 provinsi yang ada saat ini, 6 di antaranya belum bisa melakukan pemasangan ring jantung.

"Untuk layanan rujukan penyakit paling banyak jantung. Jadi, jantung intervensinya pasang ring," tutur Menkes Budi.

"Jadi catatan dari harapan kita, itu ada Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua, Papua Barat, belum bisa pasang ring," ucapnya lagi.

Selain terkendala alat, pemerataan layanan pasang ring jantung juga terkendala sumber daya manusia. Menkes menyoroti masih terbatasnya ketersediaan dokter spesialis baik jantung maupun anestesi.

"Aku dalam hati garuk-garuk kepala, kita ngapain aja 30 tahun yang lalu, 75 tahun kita merdeka masih ada enam provinsi yang tidak bisa melayani basic heart disease service to save their life. Sehingga dari situ kita bisa bilang ini mesti diberesin layanan rujukan," kata Menkes.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT