ADVERTISEMENT

Jumat, 29 Jul 2022 07:30 WIB

Waspada, Satgas COVID-19 Ungkap Kasus Kematian Naik Lagi 3 Hari Terakhir

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient Kasus kematian COVID-19 naik tiga hari terakhir. (Foto ilustrasi: Getty Images/Tempura)
Jakarta -

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut jumlah kasus COVID-19 terus mencetak rekor beberapa pekan terakhir. Hal ini menjadi kewaspadaan bersama lantaran tren kenaikan COVID-19 signifikan kembali terlihat.

"Setelah lama tidak mengalami kenaikan, per tanggal 27 Juli, jumlah kasus positif harian telah mencapai angka 6 ribu kasus. Terakhir kita mencapai 6 ribu kasus per hari adalah bulan Maret lalu," sebut Prof Wiku dalam konferensi pers Kamis (27/7/2022).

Kenaikan menurutnya terjadi secara perlahan. Terpantau sejak awal Mei, kasus harian COVID-19 berada di angka seribu kasus, meningkat tiga kali lipat dalam sebulan terakhir hingga tiga hari beruntun, di atas 6 ribu.

Untuk pertama kalinya, kematian COVID-19 di Indonesia juga kembali merangkak naik. Pasalnya, dalam tiga hari terakhir jumlah pasien Corona yang meninggal tidak lagi konsisten berada di bawah 10.

"Selain itu, kasus kematian juga mulai mengalami kenaikan selama tiga hari terakhir yaitu selalu di atas 10 kematian per hari," sambung dia.

Naiknya kasus kematian COVID-19 perlu diwaspadai. Pasalnya, sejak subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 masuk Indonesia dan memicu kenaikan kasus, angka kematian COVID-19 sebelumnya tetap berada di bawah 10 kasus. Para ahli meyakini tren kematian yang rendah merupakan dampak dari masifnya vaksinasi, tetapi penurunan antibodi pasca enam bulan vaksinasi dikhawatirkan bisa membuat setiap warga kembali rentan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono baru-baru ini juga mengungkap alasan di balik tenaga kesehatan menjadi prioritas vaksinasi booster kedua, yakni dua dokter dilaporkan meninggal di wabah varian baru Omicron. Seluruh nakes yang sudah menerima vaksinasi COVID-19 booster pertama enam bulan lalu, diharapkan mengikuti vaksin COVID-19 booster kedua.

Pemerintah hingga kini belum mengungkap rencana vaksin COVID-19 booster kedua untuk masyarakat umum. Sementara Wiku, menekankan tren kenaikan kasus COVID-19 juga berdampak pada pasien yang membutuhkan perawatan atau isolasi mandiri.

Total 46 ribu kasus aktif COVID-19 per Rabu (28/7) merupakan rekor tertinggi yang dilaporkan sejak April lalu.

"Adanya peningkatan kasus positif, kasus aktif, dan kasus kematian ini merefleksikan pada kasus positivity rate mingguan yang saat ini, tiga minggu berturut-turut berada di ambang batas WHO yakni 5 persen," pungkas dia.



Simak Video "WHO Bicara Prospek Vaksin Covid-19 Hirup untuk Akhiri Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT