ADVERTISEMENT

Sabtu, 30 Jul 2022 18:40 WIB

Awas! Viral Balita Dipakaikan Behel, Ini Sederet Bahayanya Kata Dokter Gigi Anak

Vidya Pinandhita - detikHealth
Viral TikTok seorang ibu nekat memasang behel pada bayi di bawah lima tahun. Video viral anak dipakaikan behel heboh menuai kecaman warganet. Foto: Tangkapan layar viral TikTok
Jakarta -

Belakangan, beredar video viral berisi seorang bayi dikenakan behel. Dalam video tersebut, sang balita nampak tersenyum sembari kawat gigi nampak terpasang di gigi bagian bawahnya. Video tersebut marak menuai kecaman dokter gigi, serta warganet yang khawatir soal efek behel terhadap kesehatan gigi dan mulut balita.

Dokter gigi dengan spesialisasi gigi anak, drg Aliyah, SpKGA menegaskan tidak seharusnya anak dengan gigi susu dikenakan kawat gigi. Pasalnya, kawat gigi berfungsi merapikan gigi. Sementara pada anak-anak dengan gigi susu, tentu saja tidak memerlukan behel.

"Nggak usahlah kita menggunakan alat-alat atau produk yang menurut orang tua lucu tapi menurut anak juga nggak ada fungsinya sama sekali," tegasnya pada detikcom dalam program e-Life, Jumat (29/7/2022).

"Itu yang kita garis bawahi selama kita anak-anak jangan coba-coba karena anak-anak itu tidak akan-akan kali untuk mereka kesehatan itu penting banget deh," sambung dr Aliyah.

Awas Bikin Nyeri Gusi Sampai Picu Malnutrisi

Lebih lanjut menurut dr Aliyah, pemasangan behel pada balita bisa memiliki sederet efek. Efek pertama, yakni sakit pada gusi. Pasalnya, pemasangan alat apa pun pada gigi akan menekan gusi sehingga memicu infeksi dan nyeri pada gusi.

Jika sudah terjadi demikian, anak menjadi tidak mau makan. Risikonya, kebutuhan gizi anak tidak tercukupi.

"Di dokter gigi itu ada biomekanik, penekanan ke giginya yang menyebabkan giginya keropos. Kita ingat bahw gigi susu itu hanya bertahan beberapa tahun. Artinya, kondisnya lebih rapuh daripada gigi tetap. kalau dipasangkan suatu alat yang menekan pada gigi tersebut, menyebabkan gigi itu keropos," jelasnya drg Aliyah.

Keropos ini menyebabkan gigi goyang dan nyeri. Nyerinya ini menyebabkan anak pasti susah makan. Nyeri yanf menyebabkan anak susah makan. Pada kondisi anak-anak susah makan dia pasti menimbulkan malnutrisi pada anak. Kalau malnutrisi pada anak terjadi, terjadi gangguan kesehatan. Lalu terjadi gangguan pertumbuhan dan perkemangan anak. Jadi, efeknya kemana-mana," imbuhnya.

Walhasil drg Aliyah khawatir, memasangkan behel pada gigi anak khususnya balita juga bisa berimbas pada tersendatnya pertumbuhan dan perkembangan balita.

Ia memberikan catatan, apa pun yang dinilai oleh orangtua lucu bila dikenakan pada anak belum tentu berfungsi baik.

"Gingitivis (atau) gusi yang infeksi itu menyebabkan sakit, bukan hanya ngilu. Sakit pada anak pasti nggak mau makan, menutup mulut, tidak mau disikat giginya. Dipegang saja sakit apalagi disikat, dikasih makan," pungkas drg Aliyah.



Simak Video "Gigi Balita Berbehel, Apakah Perlu?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT