ADVERTISEMENT

Senin, 01 Agu 2022 12:10 WIB

COVID-19 Ngegas Lagi, PPKM Bakal Diperketat? Ini Kata Menko PMK

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di Tanah Air terus menunjukkan peningkatan yang diyakini terkait subvarian BA.4 dan BA.5 DKI Jakarta jadi daerah yang menyumbang kasus terbanyak. Kasus COVID-19 di Indonesia masih ngegas, PPKM bakal diperketat? (Pradita Utama)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy merespons apakah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel bakal dilanjutkan atau disetop. Ia menilai pertimbangan tersebut mengamati dua indikator penting terkait tren COVID-19.

Bukan kenaikan kasus COVID-19 harian, tetapi kenaikan kasus rawat inap hingga kasus fatalitas atau kematian. Menurutnya, jika dua indikator tersebut tercatat rendah, situasi COVID-19 di Indonesia masih dalam tahap terkendali, sehingga tidak perlu adanya pengetatan pembatasan.

"Jadi untuk mengukur tingkat keseriusan atau anvcaman dr covid itu kan ada banyak indikator, banyak parameter, salah satunya adalah tingkat mortalitas tingkat keparahan," tutur Muhadjir saat ditemui detikcom di West In Jakarta Selatan, Senin (1/8/2022).

"Jadi kalau tingkat keparahan dan tingkat fatalitas itu dalam batas toleransi ya sebetulnya kita tidak usah bilang ini dalam kondisi berbahaya," pesan dia.

Menurutnya, meskipun tren kematian COVID-19 terpantau meningkat dalam tiga hari terakhir, penambahan kasus masih relatif rendah dibandingkan angka kematian akibat penyakit lain seperti tuberkulosis.

"TB lebih tinggi, jadi masih relatif aman," katanya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT