ADVERTISEMENT

Senin, 01 Agu 2022 16:31 WIB

RSUD Jombang Angkat Bicara soal Viral Paksa Ibu Lahiran Normal-Bayi Meninggal

Enggran Eko Budianto - detikHealth
Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan (Yanmed) RSUD Jombang dr Vidya Buana Penjelasan RSUD Jombang soal viral paksaan lahiran normal hingga bayi meninggal. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jakarta -

RSUD Kabupaten Jombang baru-baru ini trending di media sosial Twitter. Mendadak viral jadi pembicaraan netizen usai sebuah utas terkait pengakuan pemaksaan lahiran normal diduga menyebabkan bayi meninggal. Utas tersebut belakangan dihapus, tetapi pihak RSUD Jombang akhirnya buka suara.

Menurut penuturan Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan (Yanmed) RSUD Jombang dr Vidya Buana, ibu dari bayi perempuan yang meninggal yakni Rohma Roudotul Jannah (29) sebelumnya dibawa ke Puskesmas Sumobito karena indikasi keracunan kehamilan.

"Sesuai standar operasional, tentu kami lakukan pemeriksaan awal. Kondisi ibu baik dan sudah masuk fase aktif. Artinya, sudah ada pembukaan jalan lahir. Kepala bayi sudah masuk ke dasar panggul," kata dr Vidya saat jumpa pers di RSUD Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (1/8/2022), dikutip dari detikJatim.

Saat pemeriksaan awal, Rohma disebut sudah dalam fase pembukaan ketujuh. Lantaran sudah terjadi pembukaan jalan lahir, dokter spesialis kandungan disebutnya memutuskan untuk menjalani proses persalinan Rohma secara normal.

Pihak RSUD Jombang sempat kesulitan saat berusaha menjalani proses lahiran secara normal. Ada kemacetan saat hendak mengeluarkan pundak bayi, hingga dikerahkan tiga dokter spesialis untuk menangani kejadian tersebut. Sekitar lebih dari 10 menit, usaha tim medis mengeluarkan tubuh bayi dari rahim Rohma tak membuahkan hasil, hingga akhirnya bayi dinyatakan meninggal dunia.

Karenanya, tim medis mulai fokus menyelamatkan nyawa sang ibu, Rohma. Dokter terpaksa mengambil bayi lewat operasi, demi menyelamatkan nyawa Rohma. "Kalau dipaksakan, mungkin ibu mengalami kondisi seperti robek jalan lahir. Sehingga, mau tidak mau dilakukan operasi untuk mengangkat janin," katanya.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI.



Simak Video "Viral 'Fetish KTP' Diduga Penipuan, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT