ADVERTISEMENT

Senin, 01 Agu 2022 21:00 WIB

Waspadai Keluhan Gejala Khas Omicron BA.5 yang Muncul Sebelum Tidur

Vidya Pinandhita - detikHealth
OMICRON was named as a concerning variant of COVID-19 in November 2021. Ilustrasi subvarian Omicron. Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Faull
Jakarta -

Indonesia kini kembali diterpa kenaikan kasus COVID-19, diyakini imbas merebaknya subvarian Omicron BA.5. Pasien COVID-19 pada gelombang kali ini diketahui mengalami gejala relatif lebih ringan dibandingkan gelombang sebelumnya. Namun pakar menyebut, terdapat satu gejala BA.5 yang secara khas muncul hanya di malam hari. Apa gejalanya?

Hal itu diungkapkan oleh ahli imunologi Profesor Luke O'Neill, Trinity College Dublin. Dikutip dari Times of India, Prof O'Neill menjelaskan infeksi subvarian Omicron BA.5 memicu keringat di malam hari.

Sebelumnya, keringat di malam hari kerap berkaitan dengan kondisi medis atau penyakit lain yang mendasari seperti flu, menopause, kecemasan, hiperhidrosis, hingga kanker. Namun pada gelombang Corona kali ini, keringat malam hari juga banyak dilaporkan oleh pasien COVID-19.

Selain itu, subvarian Omicron BA.5 juga banyak dikaitkan dengan sakit di area punggung. Aplikasi studi Zoe COVID menyebut, sakit punggung adalah salah satu dari 20 gejala paling banyak pada pasien COVID-19 dengan infeksi varian Omicron. Kepala aplikasi studi tersebut, Prof Tim Spector, menjelaskan sekitar satu dari lima orang dengan infeksi Omicron mengalami sakit punggung.

"Data dari Afrika Selatan yang pertama kali mengidentifikasi (varian Omicron) menunjukkan, pasien Omicron kerap mengalami dua rangkaian gejala (yaitu) pertama sakit tenggorokan, hidung tersumbat, batuk, kemudian nyeri otot terutama nyeri punggung bawah," beber pakar di VaccinesWork.

Sebagai catatan, sejumlah gejala umum COVID-19 khususnya di gelombang subvarian Omicron BA.5 kini yakni suhu tinggi atau tubuh menggigil, batuk, kehilangan atau perubahan indra penciuman dan perasa, sesak napas, kelelahan, nyeri tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, kehilangan nafsu makan, dan diare.



Simak Video "4 Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT