Resmi! Ini Dia Jenis Vaksin Booster Kedua yang Bisa Dipakai di RI

ADVERTISEMENT

Resmi! Ini Dia Jenis Vaksin Booster Kedua yang Bisa Dipakai di RI

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Senin, 01 Agu 2022 13:15 WIB
Vakinasi massal lanjutan atau dosis ketiga mulai gencar dilakukan. Salah satunya di Kota Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot Candrabhaga.
Jenis vaksin booster kedua untuk Nakes (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pemberian dosis kedua vaksin booster kepada tenaga kesehatan Indonesia telah dimulai sejak Jumat (29/7/2022). Jenis vaksin booster kedua yang bisa diterima oleh para tenaga kesehatan juga telah diumumkan.

Jajaran tenaga kesehatan menjadi prioritas utama dalam pemberian vaksin booster kedua karena dinilai menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi virus COVID-19. Tujuan diberikannya vaksin booster kedua adalah untuk memberikan perlindungan ekstra bagi para penerimanya.

Seseorang baru bisa menerima vaksin booster kedua setelah minimal 6 bulan dari pemberian vaksin booster dosis pertama. Tak hanya itu, pemberian vaksinasi booster kedua bisa dilakukan di fasilitas layanan kesehatan atau bisa juga di pos pelayanan vaksinasi COVID-19 yang tersebar di berbagai daerah.

"Vaksinasi COVID-19 dosis booster ke-2 akan diberikan kepada para SDM kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dan atau di pos pelayanan vaksinasi COVID-19," tulis Kemenkes dalam surat edaran terkait vaksinasi COVID-19 booster kedua.

Hingga kini, penerima vaksin booster pertama baru mencapai angka sekitar 25 persen. Pemerintah terus menggencarkan pemberian vaksin booster pertama dengan salah satu strateginya adalah menjadikan vaksin booster sebagai syarat memasuki ruang publik.

Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan aturan regimen vaksin COVID-19 yang akan digunakan sebagai booster kedua. Penerima vaksin akan menerima jenis vaksin COVID-19 booster kedua disesuaikan dengan jenis vaksin booster pertamanya.

Jenis Vaksin Booster Kedua

1. Sinovac

Bagi mereka yang pada saat melakukan vaksinasi booster pertama menggunakan jenis Sinovac, maka untuk vaksinasi kedua mereka bisa menerima vaksin dari berbagai jenis, seperti:

  • AstraZeneca (separuh dosis atau 0,25 ml)
  • Pfizer (separuh dosis atau 0,15 ml)
  • Moderna (dosis penuh atau 0,5 ml)
  • Sinopharm (dosis penuh atau 0,5 ml)
  • Sinovac (dosis penuh atau 0,5 ml)

2. AstraZeneca

Mereka yang menerima vaksin booster pertama dengan jenis AstraZeneca, bisa menerima booster kedua dengan jenis vaksin sebagai berikut:

  • Moderna (separuh dosis atau 0,25 ml)
  • Pfizer (separuh dosis atau 0,15 ml)
  • AstraZeneca (dosis penuh atau 0,5 ml)

3. Pfizer

Sementara itu, untuk mereka yang menggunakan jenis vaksin Pfizer pada saat vaksinasi booster pertama, mereka bisa menerima vaksinasi booster kedua dengan jenis vaksin sebagai berikut:

  • Pfizer (dosis penuh atau 0,3 ml)
  • Moderna (separuh dosis atau 0,25 ml)
  • AstraZeneca (dosis penuh atau 0,5 ml)

4. Moderna

Ketika seseorang menerima vaksinasi booster pertama dengan jenis Moderna, mereka hanya bisa melakukan vaksinasi booster kedua dengan jenis yang sama, yaitu Moderna (separuh dosis atau 0,25 ml).

5. Sinopharm

Penerima vaksinasi jenis Sinopharm pada booster pertama, hanya bisa menggunakan jenis vaksin Sinopharm pada saat vaksinasi booster kedua dengan dosis penuh atau 0,5 ml.

Seluruh jenis vaksin booster kedua yang akan diberikan kepada tenaga kesehatan telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.



Simak Video "7 Kombinasi Vaksin Covid-19 untuk Booster Kedua Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT