ADVERTISEMENT

Senin, 01 Agu 2022 20:30 WIB

ROUND UP

Fakta-fakta Dokter Laporkan Pasien Cacar Monyet Santai Keliaran di Kereta

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Viral Dokter Temukan Pasien Cacar Monyet Naik Kereta, Tak Terima Ditegur Pasien cacar monyet santai keliaran di kereta. Foto: Twitter/ @arturohenriques
Jakarta -

Seorang dokter di Spanyol menemukan seorang pasien cacar monyet yang berkeliaran di kereta. Dokter bedah bernama Arturo M Henriques itu melihat seorang pria yang memiliki banyak ruam kulit gejala cacar monyet namun tak ada orang di sekitarnya yang peduli.

Ia menceritakan bahwa pria tersebut memiliki ruam dari ujung kepala hingga kaki, termasuk di tangannya. Dia bertanya dengan hati-hati kepada pasien tersebut mengapa dirinya nekat berkeliaran, padahal kondisi ruam terpantau parah.

Pria itu mengakui mengidap cacar monyet, tetapi dokter yang memeriksanya disebut tidak melarang ia bepergian.

"Dokter menyebut saya tidak perlu tinggal di rumah, hanya wajib memakai masker," tulis Henriques, menggambarkan respons pria yang ditegur, di akun Twitternya.

Tak Terima Ditegur

Seperti diberitakan sebelumnya, Henriques memberitahu pria tersebut jika luka di sekujur tubuhnya bisa sangat menular. Namun, pria itu tak terima ditegur dan menjawab dengan respons tak ramah.

"Dia mengatakan kepada saya untuk tidak menyentuh testisnya dan duduk," beber Henriques.

Memiliki Gejala Khas Cacar Monyet

Salah satu tanda ia bisa mengenali pasien tersebut adalah adanya ruam cacar monyet yang khas di seluruh tubuhnya. Ruamnya tersebar dari ujung kepala sampai kaki. Namun, pria tersebut meminta Henriques tidak ikut campur masalahnya.

"Dia menyuruhku untuk tidak ikut campur," beber Henriques.

Sebagai informasi, pasien cacar monyet akan mengalami ruam dan bercak pada kulit. Gejala ini akan muncul dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tangan dan telapak kaki.

Merasa Tidak Perlu Isolasi

Menurut penuturan Henriques, pasien tersebut menyatakan tidak dianjurkan menjalani isolasi mandiri oleh dokternya.

"Pria tersebut mengatakan kemungkinan terkena monkeypox namun dokternya tidak menyuruhnya tinggal di rumah," tutur Henriques.

Nahasnya lagi, tampak penumpang lain tidak ambil pusing dengan keberadaaan pasien tersebut. Bahkan seorang lansia menyebut dia tak khawatir akan cacar monyet karena menganggap infeksi virus itu hanya akan menyerang kelompok LGBT.

Penyebaran cacar monyet tidak hanya terbatas pada aktivitas seksual di kalangan homoseksual atau kelompok LGBT. Penularan dapat terjadi melalui kontak dekat dengan benda atau cairan tubuh yang terkontaminasi dari individu yang terinfeksi dan melalui transmisi droplet, artinya setiap orang berisiko.



Simak Video "Beda Ruang Isolasi Pasien Cacar Monyet dan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT