ADVERTISEMENT

Kamis, 04 Agu 2022 07:30 WIB

Jangan Kaget! Ilmuwan Temukan Cara 'Hidupkan' Organ Melalui Babi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi Babi Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Para peneliti telah menemukan bahwa pembusukan jaringan setelah kematian dapat dihentikan dan fungsi sel dipulihkan berdasarkan percobaan awal yang dilakukan pada babi. Penelitian ini ke depannya dapat membantu meningkatkan jumlah organ manusia yang dapat ditransplantasikan.

Diberitakan Reuters, peneliti dari Universitas Yale melihat bahwa 60 menit setelah menghentikan jantung transplantasi pada hewan yang dibius menggunakan mesin dan cairan sintetis khusus, fungsi organ tersebut kembali

Enam jam kemudian, perawatan dengan teknologi OrganEx ini terlihat mengurangi atau memperbaiki beberapa kerusakan, seperti pembengkakan organ dan kolapsnya pembuluh darah, yang biasanya diakibatkan oleh kekurangan oksigen saat serangan jantung menghentikan aliran darah.

"Hasilnya menunjukkan bahwa ketika jantung berhenti, tubuh tidak mati seperti yang kita duga sebelumnya. Kami mampu menunjukkan bahwa kami dapat membujuk sel untuk tidak mati," ujar peneliti Universitas Yale Zvonimir Vrselja.

Analisis genetik jaringan menunjukkan bahwa proses perbaikan molekuler dan seluler telah dimulai setelah sirkulasi dipulihkan.

Dibandingkan dengan cara tradisional untuk memulihkan sirkulasi, oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO) dari OrganEx disebut memelihara jaringan, menurunkan kematian sel dan memulihkan proses molekuler dan seluler yang dipilih di berbagai organ vital.

Ilmuwan berharap OrganEx pada akhirnya akan memungkinkan peningkatan penggunaan organ yang diambil setelah penarikan bantuan hidup pada donor dengan cedera otak yang parah. Saat ini, organ-organ bekerja lebih buruk setelah transplantasi daripada yang diperoleh dari donor mati otak.



Simak Video "Psikolog: Pakai Organ Manusia untuk Karya Itu Perilaku di Luar Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT