ADVERTISEMENT

Jumat, 05 Agu 2022 06:00 WIB

Ngilu! Penis 'Patah' Saat Bercinta hingga 21 Hari Tak Bisa Pipis Normal

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hit & Run Banana Ilustrasi penis patah (Foto: Getty Images/iStockphoto/Flander)
Jakarta -

Pria 50 tahun mengalami cedera mengerikan usai berhubungan seksual. Penisnya 'patah' lantaran diyakini terlalu 'kuat' bercinta dengan istri.

Saat berhubungan seks, terdengar bunyi 'krek' seperti pertanda penis 'patah'. Pria yang tidak disebutkan namanya itu segera mencari bantuan medis.

Penisnya disebut bengkak dan berubah menjadi warna ungu selama empat jam. Ketika bunyi 'krek' terdengar saat berhubungan seks, ereksinya mendadak hilang dan darah mulai merembes dari uretra.

Dalam jurnal medis Science Direct, disebutkan pria itu juga mengalami rasa sakit ekstrem dan tidak bisa buang air kecil. Karenanya, dokter terpaksa membuang lapisan atas kulit dan 'daging' di sekitar penis untuk mengakses jaringan yang rusak di bagian dalam.

Prosedur ini dalam medis dinamai 'degloving', yakni proses yang membantu mereka menemukan bagian yang 'patah' atau retak yaitu jaringan ereksi dan fasia Buck, bagian jaringan dalam penis.

Pria tersebut akhirnya dirawat di rumah sakit dengan menggunakan kateter. Kateter baru dilepas 21 hari dan pasien dibiarkan dengan lekukan ringan di penis, tetapi tidak memiliki keluhan serius.

Ia bisa kembali melakukan hubungan seksual dan buang air kecil tanpa perasaan tidak nyaman. Menurut para ahli, cedera pada penis semacam ini termasuk laporan yang tidak umum.



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT